h1

Sekolah tinggi-tinggi untuk nganggur???

May 17, 2009

asslkm teh… gimana kalau selesai s2 tapi g dapt kerjaan? masyarkat sering menilai negatif!

Semua orang pasti dilemma ketika disodorkan pertanyaan seperti itu, begitupun aku. Ketika seseorang berkomentar disalah satu artikelku dan berharap mendapat jawaban dariku.

Hh…entah apa yang harus kukatakan karna memang keadaanya seperti ini. Kita belum tentu mendapat pekerjaan walau sudah sekolah susah-susah, bahkan hingga merasakan bangku Master.
Tidak sedikit orang yang berfikiran bahwa semua itu “tergantung nasib”. Ya…semua itu memang tergantung nasib kita, baik atau tidak, aku setuju akan hal itu. Tapi bukankah nasib itu kita yang men-design? Sejauh mana ikhtiar kita untuk bisa meraih nasib yang baik? Jika kita sudah berusaha dengan sebaik-baiknya, dengan jalan yang baik pula, namun nasib baik tak kunjung datang, apa boleh buat? Itulah takdir kita bukan???
Bukankan Allah akan merubah nasib kita jika kita benar-benar mau berubah? Aku selalu menekankan pada adik-adikku bahwa kehidupan kita hari ini adalah refleksi perbuatan kita dimasa lalu. Begitupun dengan kehidupan kita di masa mendatang adalah refleksi perbuatan kita hari ini. Jika kita benar-benar berusaha hari ini, maka kita akan mendapat hasil yang baik di hari esok.
Lagipula, mencari ilmu itu kan tak ada ruginya. Berapapun uang yang kita keluarkan untuk biaya sekolah, semua itu tidak akan pernah sia-sia, pasti ada manfaatnya.
Jadi jangan pernah berfikir “buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo nantinya nganggur juga?”

Untuk menjawab pertanyaan temanku, kita tak akan pernah menganggur jika kita mau berusaha. Toh, bekerja itu bukan berarti harus menjadi PNS atau menjadi karyawan di salah satu perusahaan besar kan? Menjadi wiraswasta juga adalah pekerjaan, bahkan pekerjaan bagus yang dapat membawa Negara kita kearah yang lebih baik. Contohnya saja Australia. Apa yang membuat Negara kecil itu jauh lebih unggul dari kita??? “jiwa wiraswasta”nya. Jadi jangan pernah putus asa kawan!!!

h1

mau kos di Bandung?

May 17, 2009

Aku lupa kapan tepatnya seorang teman memintaku membuat artikel seputar kehidupan Bandung. Aku hanya bisa mengernyitkan dahiku karna bagiku itu cukup sulit. Lalu ku tanyakan padanya apa yang sebenarnya dia butuhkan. Lalu dia bilang dia butuh kos-kosan di Bandung, jadi butuh referensi. Aku langsung berfikir “ini yang belum ada”, kos-kosan on line. Artinya hingga saat ini kurasa belum ada orang yang menyediakan kos-kosan dengan proses transaksi on line. Jika ada, mungkin dia tak perlu repot-repot bertanya padaku., tinggal menyalakan computer, connect ke internet, langsung bisa melihat tipe kamar dan harga-harga kosan. Mungkin dengan sedikit penjelasan tentang lingkungan sekitarnya, kurasa itu lebih bagus. Walau bagaimana pun, Lingkungan menjadi factor yang sangat penting dalam menentukan tempat tinggal kita. Lingkungan yang baik akan membuat kita lebih baik (setidaknya…), dan lingkungan yang buruk memiliki kesempatan lebih besar membuat kita tambah buruk, walaupun semuanya tergantung dari diri kita sendiri.Yang pasti dalam mencari kosan aku akan memilih tempat yang bersih, aman, nyaman dan islami (seengganya biar jauh dari saiton-saiton). hehe

Hh…tapi bagiku tetap saja itu semua sulit dinilai jika tidak melihat daerahnya langsung, tidak cukup dengan melihat visualisasinya saja atau penjelasan dari orang. Kita juga harus merasakannya langsung. Bukan begitu? Aku tak pernah tinggal lebih dari 2 hari di Bandung, jadi tak begitu mengerti tentang kehidupan atau pergaulan disana. Mungkin jika dia bertanya tentang daerah Bogor atau Depok, aku akan dengan mudah membantunya. Ah…tapi sudahlah, aku hanya bisa berusaha membantunya semampuku. Ku sms teman-teman lamaku yang sekarang tinggal di Bandung, Dedi, Agus. Lalu ku sms pula adikku yang sekarang kebetulan tinggal di Bandung. Bukan hanya itu, ketika seorang temanku datang ke rumah langsung kuberondong dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kos-kosan di Bandung. Inilah hasilnya :

Dago Pojok : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Dago Barat : Rp. 300.000

Dago Atas : Rp. 300.000

Cisitu : Rp. 300.000 – Rp. 350.000

Taman Sari : Rp. 250.000

Sakaloa (jl. Dipati Ukur) : Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Jl. Tubagus Ismail : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Cihampelas : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Belakang Monumen Perjuangan : Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Setiabudhi : Rp. 2 juta – 2,5 juta per tahun

Disamping harga-harga tersebut, tentu saja masih banyak range harga lainnya walau rata-rata memang segitu. Bisa lebih murah, bisa juga lebih mahal tergantung fasilitasnya.

Nama-nama diatas adalah kawasan kos-kosan mahasiswa, kecuali Cihampelas, yang mungkin lebih banyak ditempati oleh karyawan. Tapi untuk temanku yang satu ini, kusarankan mencari kos-kosan yang didominasi oleh “cewe” mengingat seringnya dia membicarakan “cewe”. Hehehe…

h1

Indri…

April 15, 2009

Indri…nama yang selalu terngiang ditelinga tanpa pernah sengaja kuingat, sosok yang selalu mampir tanpa pernah sengaja kuundang, wanita yang selama ini diam-diam kukagumi tanpa pernah kuungkapkan.

1 message

PR_Fitri

Ass.Arif…aq ktrima krj d JkT.

d knsultan.thanks ya doany…:P

reply

www.alhmd…ikut sneng.

Slmt ya…:P

Sending message

Jantungku selalu berdebar jika ada sms dan telfon darinya, namun tidak kali ini. Sms ini membawa kabar gembira, tapi entah kenapa hatiku begitu perih saat membacanya.

….

5 tahun bersamanya selalu membuatku bersemangat mengikuti setiap kuliah, bersemangat menjalani hari-hariku di Jatinangor walau aku jauh dari orang tua.

Mungkin keberadaanya sebagai anak tunggal yang membuatku dengannya bisa berteman dekat di awal-awal perkuliahan, karma aku pun anak tunggal.

Dia begitu energik, cerdas, sedikit ‘centil’, dan itu semua yang membuatku sangat mengaguminya.

Selama 5 tahun kusimpan perasaan ini didasar hatiku tanpa pernah berani kuungkapkan. Aku sengaja tak mau menodai persahabatan kami hingga suatu hari setelah lulus S1, aku menelfonnya.

“Assalamualaikum!” suaranya yang halus di seberang telfon membuat jantungku berdegup kencang melebihi detik jam dinding.

“waalaikumsalam!” jawabku, aku bisa merasakan suaraku yang bergetar karma tegang.

“Hai Rif! Apa kabar?”

“Alhamdulillah baik. Kamu?”

“Aku juga baik. Ada apa nih? Tumben kamu nelfon”

“Mm…fit, besok aku mau tes PNS, doain ya…”

“O ya? Wah, smangat ya!!! Pasti aku doain”

“Makasih…kalo aku lulus, insyaAllah aku akan langsung melamar kamu”

…..

Tak pernah terfikir olehku bahwa dia akan menolak sebelum aku benar-benar melamarnya.

“Maaf Rif, aku mencintai orang lain dan kami akan segera menikah”

Kata-kata terakhirmu itu selalu terngiang ditelingaku. Membuatku selalu merasa ditinggalkan, bahkan selalu menutup hati untuk wanita lain.

Semakin keras usahaku untuk melupakanmu, semakin kuat pula ingatan tentangmu hilir mudik dikepalaku.

Ah…semua sudah berlalu.

Ku non-aktifkan HP-ku, lalu kututup mataku. Dalam kesunyian aku berdoa, semoga aku mendapatkan bidadari penggantimu.

Untuk Aa yang telah kupinjam ceritanya…doaku untukmu sama seperti Arif dalam cerita ini. Semoga kau mendapatkan bidadari yang bisa mendampingimu dunia akhirat. Amin…

h1

Mah, dimataku kau begitu sempurna…

April 14, 2009

Seminggu sudah aku terbaring tak berdaya.

Sejak itu aku tak pernah membantu mamah mengerjakan
pekerjaan rumah, tapi dia tak pernah mengeluh.

Tanpa kuminta, dia selalu siap dengan obat dan segelas air
mineral disampingku saat aku terbatuk.

Tanpa kuminta, dia selalu mengukur suhu tubuhku disaat aku
tertidur lelap.

Senin, RS Ciereng…

Akhirnya…setelah menunggu sejak pagi giliranku periksa tiba.

Sekitar 5 menit Dokter memriksa lubang hidungku, lalu dia
berkata “ini ada polipnya, tapi masih kecil. Coba dulu aja pake obat biar ga
tambah besar. Tapi kalo tetep aja, mau ga mau harus dioperasi”

Deg…kulihat perubahan air muka mamah sesaat sebelum dia
bertanya. “terus sinusitisnya gimana Dok? Apa harus dioperasi?”

“Mmm…kalo mau dioperasi juga boleh, tapi kalo ngga mau ya
minum obat dulu aja. Terus setiap pagi kamu harus olah raga sambil berjemur
biar badannya panas” kata dokter sambil terus menelusuri lubang hidungku.

…..

Tidak seperti tadi pagi saat berangkat, kali ini mamah pulang
dengan raus wajah sedih. Aku tau kesedihan itu, akulah penyebabnya. Ah…apa yang
bisa kulakukan?

Ya Allah…apapun yang terjadi padaku, aku pasrah…aku
ikhlas… Tapi tolong, berikan kesehatan dan kebahagiaan pada mamah dan papap.
Hanya itu pintaku…

h1

Terimakasih semuanya….

April 9, 2009

Seminggu sudah virus-virus itu menyerangku dengan gencarya…

Seminggu sudah bantal, guling, kasur mendekapku erat tanpa memberiku ruang bergerak…

Seminggu sudah zat-zat kimia masuk terus-menerus kedalam tubuhku…

Hh…menyesal aku mengabaikan nasihat dokter “kamu harus rajin olahraga biar ngga lemah”

Business Plan dan UTS benar-benar membuatku membuka buku dan internet secara terus-menerus tanpa memberi kesejahteraan pada setiap sel tubuhku. Ah…sepertinya ini cara Tuhan menegurku, agar aku memberi sedikit perhatian pada tubuh dan otakku yang selalu kuperas kerja kerasnya.

Malam ini dengan sedikit rasa enggan, aku mencoba menjelajahi dunia maya, setelah seminggu aku menjauh darinya.

WordPress   : 5 comment, 2 spam

Facebook     : 21 new friend request, 8 message, 6 comment on status

Friendster   : 4 new message

Wah….banyak banget nih Pe-Erku malem ini. Tapi aku senang…ternyata banyak teman yang peduli padaku.

Satu pelajaran yang kudapat, apa yang kita tanam, itu yang kita tuai. kayaknya peribahasa ini cocok banget deh. Yups…seperti apa yang selalu kuterapka pada adik-adikku, kehidupan yang kita jalani sekarang adalah refleksi perbuatan kita dimasa lalu.

Kalo kita baik sama orang, orang akan baik juga sama kita.

Kalo kita peduli sama orang, orang juga akan lebih peduli pada kita.

Jadi, mulai sekarang berbuat baiklah pada siapapun, tanpa memikirkan apa yang akan kita dapatkan nantinya.

h1

Kewirausahaan & Kepemimpinan

April 1, 2009

Dosen : Dr. Hery Margono

Perkembangan Pengangguran 1980-2008


picture1

Jumlah Pengangguran

- Pengangguran terbuka pada Februari 2006 mencapai 10,4 % atau sebanyak 11,1 juta orang (BPS)

- Pengangguran terbuka pada Februari 2007 sebesar 10,55 juta orang atau mencapai 9,75 % dari jumlah angkatan kerja sebesar 108,13 juta orang (BPS)

- Pengangguran terbuka pada Februari 2008 sebesar 9,4 juta orang atau mencapai 8,4 % dari jumlah angkatan kerja sebesar 111,4 juta orang (BPS)

- Setengah pengangguran pada Februari 2006 sebesar 29,9 juta orang atau 31,4 % dari jumlah angkatan kerja sebesar 106,3 juta orang (BPS)


Penganggur Menurut Pendidikan

picture2

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

Sumber :BPS dalam Kompas, 28-8-08


Jumlah Penduduk Miskin

n 110 juta penduduk RI hidup dengan berpenghasilan < US$ 2 per hari (World Bank dalam Kompas, 24 Januari 2005)

n 49% penduduk Indonesia dalam kondisi miskin (Bank Dunia 2006)

n 105,3 juta, atau 45,2% dari total populasi Indonesia yakni sebanyak 232,9 juta jiwa (Bank Dunia 2007)

n 39,1 juta penduduk miskin (Susenas Maret 2006) garis kemiskinan dihitung sebesar Rp 151.997 per kapita per bulan

n 37,17 juta penduduk miskin (Susenas Maret 2007) garis kemiskinan dihitung sebesar Rp 166.697 per kapita per ulan

n 34,96 juta penduduk miskin (Susenas Maret 2008) garis kemiskinan dihitung sebesar Rp 182 ribu per kapita per bulan

n Terlalu miskin bagi penduduk RI untuk menjadi pengangguran (too poor to be unemployment)


Visi Pembangunan Nasional Tahun 2004-2009

n Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai.

n Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan dan hak asasi manusia.

n Terwujudnya perkenomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.


Misi Pembangunan Nasional Tahun 2004-2009

n Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai

n Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis

n Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera.


MODAL PEMBANGUNAN

picture32

picture41

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

INDUCE INOVATION

n Hicks dalam Hayami (2000) mengungkapkan teori Pendorong Inovasi Teknologi bahwa Perubahan teknologi hendaknya mendorong penggunaan sumber daya yang lebih banyak dan melakukan penghematan atas sumber daya yang terbatas ” .

TOTAL FACTOR PRODUCTIVITY

n Dari hasil perhitungan Total Factor Productivity (TFP) yang dilakukan oleh Margono (2005), rata-rata pertumbuhan ekonomi antara tahun 1972 hingga tahun 2002 sebesar 5,88 dimana disumbang pertumbuhan tenaga kerja 0,86, pertumbuhan barang modal sebesar 5,55 dan TFP – 0,53.

KINERJA INDONESIA VERSUS KOMPETITOR (2008)

Ranking

n Singapore 1

n Ireland 8

n Malaysia 24

n China 50

n Vietnam 91

n India 120

n Indonesia 123 133(2007)

n Philippines 133

n Congo Dem, Republic 178

BAGAIMANA MEMBANGUN HUMAN CAPITA DAN SOCIAL CAPITAL ?

JIWA KEWIRAUSAHAAN

n Menurut Schumpeter dalam Jhingan (2000) pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh jiwa kewirausahaan, karena jiwa kewirausahaan memiliki kemampuan dan keberanian mengaplikasikan penemuan-penemuan baru yang inovatif sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

INOVASI

n Pengembangan barang baru

n Pengembangan metode produksi baru

n Pengembangan pasar baru dan

n Pengembangan organisasi/kelembagaan (modal sosial)

Makna Modal Sosial (Social Capital)

n Sebuah keuntungan yang tercipta dari posisi seseorang dalam sebuah jejaring hubungan (Portes)

n Modal sosial inilah yang membantu sebuah komunitas untuk bertahan, stabil, berlanjut, dan bahkan sukses (Portes dan Rajab)

n Modal sosial merupakan syarat mutlak bagi pembangunan manusia, pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan stabilitas demokrasi (Francis Fukuyama )

Mengapa Harus Membangun Modal Sosial

n Manusia tercipta untuk saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lainnya

n Banyak permasalahan sosial yang dihadapi bangsa Indonesia dan dunia seperti bencana alam, kriminalitas, peperangan, kemiskinan, keadilan, kesenjangan, dll.

n Arsitek negara kita menyadari pentingnya kecerdasan sosial sebagai modal dasar dalam pembangunan bangsa. “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”

Syarat Membangun Modal Sosial

n Hubungan saling percaya (relations of trusts)

n Adanya pertukaran (give and take)

n Aturan umum (common rules), norma-norma (norms) dan sanksi-sanksi (sanctions)

n Keterkaitan (connectedness), jaringan (networks) dan kelompok-kelompok (groups)

n Memberikan nilai tambah (added value)

8 M’s Modal Jadi Wirausahawan

Ø Me (Mind & Mission/tujuan berwirausaha)

Ø Material

Ø Money

Ø Market

Ø Mediator

Ø Management

Ø Moment

Ø Me (Mind & Mission/tujuan berwirausaha)

7-C’s Jiwa Wirausaha

Ø CHAMPIONà NEED ACHIEVEMENT

Ø CREDITABLE

Ø COURAGE

Ø CHALLENGE

Ø CREATIVE

Ø CONFIDENCE

Ø CARE

Lima Kunci Sukses

n Reputasi dulu

n Tumbuh dari bawah

n Konsentrasi pada bidang yang disukai

n Anti kerumunan

n Modal hanyalah pelengkap

Keterampilan Pemimpin & Wirausahawan

n KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI EFEKTIF

- Tahu pokok pebicaraan - Hati-hati mengkritik LB

- Kenali sasaran - Humor touch

- Kenali topik yang diminati LB - Jangan memonopoli pembicaraan

- Jadilah pendengar yang baik - Jamgan memotong pembicaraan LB

- Terampil mengajukan pertanyaan – Antusiasme

- Mampu memberi umpan balik - Sikap bersahabat

n KETERAMPILAN PRESENTASI

- Voice

- Body Action

- Visual

n KETERAMPILAN NEGOSIASI

- WIN – LOSE

- LOSE – LOSE

- WIN-WIN

n KETERAMPILAN MANAJERIAL

n KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

- Mempunyai kepercayaan diri dan yakin membuat keputusan

yang tepat

- Mempunyai sikap positip terhadap keputusan yang diambil

- Lebih baik membuat keputusan yang salah daripada tidak

mengambil keputusan

n KETERAMPILAN PERENCANAAN BISNIS


h1

Surat untuk Tuhan

March 31, 2009

Petak demi petak bumi ini tenggelam

Liter demi liter air menyapu bersih tanah ini

Satu demi satu saudaraku berguguran

Tak bersisa…

Hanya air mata seorang ibu yang kehilangan anaknya

Hanya teriakan seorang suami yang mencari istrinya

Hanya kesedihan yang menyelimuti

Ada apa dengan negriku ini???

Tuhan…

Apa salah mereka?

Apa salah dia?

Apa sala kami?

Hingga kau begitu murka.

Mungkinkan ini cara-Mu memperingatkan kami?

Mungkinkah ini cara-Mu menolong kami?

Menolong kami dari lingkaran dosa yang sulit kami hentikan.

Atau, Inikah jawaban-Mu

ketika siang-malam kami berdoa “Ya Allah, tunjukkan jalan yang lurus pada kami”

Maafkan mereka Tuhan

Maafkan dia

Maafkan juga kami

Kumohon…

h1

Berbagai alasan untuk lelang keperawanan

March 29, 2009

Saat kuliah Entepreneurship and Leadership, dosenku (Dr. Hery Margono) memperlihatkan foto seorang wanita yang sangat cantik dengan balutan kain hitam disebagian kecil tubuhnya, so sexy. Lalu dia bercerita tentang wanita tersebut yang melelang keperawanannya hingga 41,8 Milyar rupiah.

Karna penasaran, sepulang kuliah aku langsung searching tentang wanita itu. Dan apa yang kudapat ?

natalie-dylan-pic1

Natalie Dylan (22 tahun) seorang mahasiswi Amerika yang melelang keperawanannya untuk membiayai kuliah S2. Sejak dibuka September 2008 lalu, belasan ribu orang telah ‘mendaftar’. Mulai dari harga USD 243.000 ingga yang tertinggi 3.8 juta dolar (Rp 41.8 miliar) – sumber (www.hedleyonline.com). Astagfirullah…aku langsung menarik nafas panjang. Bagaimana tidak? Keperawanan yang selama ini selalu dijaga oleh banyak orang, dengan terang-terangan di lelang. Dan yang lebih parahnya lagi, ternyata banyak juga yang menawar. Hahaha…kurasa Amerika bukan hanya mengalami krisis ekonomi saja, tapi juga krisis moral yang sudah sangat mengerikan. Hhh….

Pencarianku tidak berhenti sampai disitu, kubuka semua artikel tentang ‘keperawanan’. Tau apa yang kudapat? Ternyata Dylan bukan satu-satunya wanita yang melelang keperawanannya. Ada Rafaella Fico, seorang model Eropa yang terinspirasi oleh Dylan. Bahkan yang membuatku merinding, keluarga Rafaella mendukung keputusannya dan memberinya smangat.

…..??? baru kali ini kudengar ada keluarga yang menyemangati anaknya untuk melelang keperawanannya.

Hahaha…entak aku harus menangis atau tertawa. Karna kurasa, bukan tidak mungkin ada ‘perawan Indonesia’ yang terinspirasi juga oleh ulanya Dylan.

h1

Dr. Hery Margono

March 29, 2009

Seorang teman pernah berkomentar di salah satu artikelku.

aku kadang-kadang iri, kalau ngeliat orang lain S2, coz aku ngga kesampean kesana…hmmmmmm
mungkin anak ku nanti yang bisa menembus kesana, bahkan lebih…..”

Mendengar itu aku langsung teringat satu-satunya dosen favoritku di kelas, Dr. Hery Margono.

Bukan karna ketampanannya yang membuatku kagum padanya (scara udah bapak-bapak, setampan apapun ga ngaruh kayaknya. Hehe…), tapi karna perjuangan hidupnya yang membuatku sadar begitu banyak asset dari diriku yang belum termanfaatkan secara optimal, begitu seringnya aku berputus asa padahal usahaku belum maksimal.

Menurut cerita Dr. Hery…ayahnya seorang dalang di kampung. Beliau meninggal sejak Dr. Hery menduduki bangku kelas II SMA. Semenjak itu mau tidak mau dia harus membiayai sekolahnya sendiri, atau putus sekolah sama skali. Itulah hidup…selalu dihadapkan pada pilihan.

Akhirnya dia hijrah ke Jakarta dengan mimpi bisa kuliah, karna kedua kakaknya ada di Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, bukan kuliah yang didapat, tapi Dr. Hery harus membiayai hidupnya karna kehidupan dua orang kakaknya pun pas-pasan., tapi mimpinya untuk melanjutkan kuliah tidak pernah putus. Uang pertamanya yaitu 8000 rupiah dari hasil penulisan biografi Mieke Wijaya (kalau tidak salah). Lumayan untuk membiayai hidupnya saat itu, tapi tetap saja tidak bisa menyisihkan untuk persiapan biaya kuliah.

Tahun pertama di Jakarta, dia masih belum bisa berkuliah. “Saya selalu menangis ketika melihat orang-orang kuliah”, begitu katanya dengan mimik sedih.

Tapi karna keinginannya begitu besar untuk kuliah, dia tidak putus asa. Dia mencoba menciptakan inovasi. Dia bekerja sama dengan sebuah percetakan untuk memproduksi buku tulis dengan cover artis (sebagai fotografer, dia memang memiliki banyak kenalan artis pada saat itu). Akhirnya dari produksi buku tersebut dia mendapatkan keuntungan yang lumayan, hingga dia bisa mendaftar kuliah dan membiayainya sendiri. Hhh…sungguh perjuangan yang luar biasa kurasa….

Sesaat aku berfikir, apa yang membuatnya bisa sesukses ini? Memiliki perusahaan advertising yang iklannya sering kita lihat di televisi. Padahal kalau diteliti lagi, dia bukan satu-satunya orang yang memiliki semangat tinggi untuk menggapai mimpi, dia bukan satu-satunya orang yang memiliki rasa optimis yang tinggi. Banyak orang yang smangat hidupnya tinggi dan tidak mudah putus asa, tapi toh hidupnya tetap biasa saja.

2 kali aku kuliah dengannya, dua kali pula aku menyadari bahwa dia selalu bersemangat mengajar dan selalu memasang senyum dibibirnya. Membuat atmosfir kelas begitu menyenangkan. Dia tak pernah marah atau memasang tampang kecewa (seperti dosen lain) didepan kami. Sungguh bijaksana melebihi umurnya kufikir…

Tanpa sengaja aku melihat kearah jamaah yang sedang shalat dzuhur, ada Dr. Hery disitu. Selepas shalat, dia lalu melaksanakan shalat sunat sedangkan yang lain langsung bubar. Mmmm….ada yang lain, kataku dalam hati. Kurasa itu semua yang membuatnya beda dari orang lain di mata Allah.

Hhh…semoga aku bisa mengikuti jejakmu Pak….Pasti Bisa…!!!

Untuk Kang Inin…ini bukan keseluruhan cerita tentang beliau. Masih banyak yang belum kuceritakan dan begitu menginspirasi hidupku dalam seketika. Tidak ada yang tak bisa diraih dalam hidup ini jika kita punya mimpi dan mau berjuang mendapatkannya. Semoga kang Inin pun terinspirasi, juga semua orang yang membaca artikel ini. Smangat…!!!

NB : Dia juga wartawan loh dulunya.

h1

To Love…

March 28, 2009

Kadang orang berfikir, terutama wanita, ‘Lebih baik dicintai daripada mencintai’. Benarkah?

Ketika kita dihadapkan pada pasangan dengan criteria yang sangat tidak kita harapkan menjadi pendamping hidup kita, tetapi dia sangat mencintai kita, benarkah kita bisa menerimanya? Benarkah kita akan bahagia?

Dalam bukunya Kahlil Gibran mengatakan ‘ Cinta harus dilandasi 3 hal, yaitu Nafsu, Tanggung Jawab, Kasih Sayang’. Ketiganya harus seimbang.

Jika kita hanya berharap dicintai tanpa mencintai, akankah ketiga hal tersebut kita laksanakan dengan seimbang? Ketika salah satu unsure tersebut berkurang intensitasnya, bagaimana menormalkannya kembali jika tidak dilandasi cinta?

Hh…bersyukurlah orang-orang yang berani mencintai orang lain.