An oRdinaRy PeopLe

Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Idul Fitri 1429 H September 30, 2008

Filed under: obral obrol — seni @ 10:07 am

Taqobalallahu Minna Wa Minkum…

Buat siapapun…dimanapun…kapanpun…

jika ada luka yang kutorehkan di hatimu,

jika ada cela yang membekas dihatimu,

dari lubuk hati yang paling dalam,

Maafkan aku….

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Mohon Maaf Lahir Batin

 

Dapat 5 hal melalui 5 jalan September 26, 2008

Filed under: administrasi publik, obral obrol — seni @ 6:38 am

1. Berkah rezeki akan diperoleh melalui Shalat Dhuha

2. Cahaya dalam kubur melalui Shalat Tahajjud

3. Kemudahan dalam menjawab pertanyaan Munkar & Nakir melalui membaca Al-Quran

4. Kemudahan melintasi  Siratal Mustaqim melalui Puasa dan Sedekah

5. Mendapat perlindungan ARSY ILLAHI pada hari Hisab melalui Zikrullah.

Sudahkah kita mengamalkannya?

Semoga kita mendapatkan 5 hal tersebut. Amin…

Tapi tetep, 5 jalannya harus dilalui. Berat memang, tapi semuanya harus dijalani. Seperti kata-kata papap_Qu, “Jangan pernah berharap menerima kalau kamu tak pernah memberi”.

So, berikan dulu amalan terbaik kita, insyaAllah 5 hal tersebut menanti depan mata.hehe

 

Arrgghhh….. September 24, 2008

Filed under: ma soul — seni @ 7:11 am

4 hari berlalu sejak kusadari kata “syukur” tak sering kudendangkan…

4 hari berlalu sejak kusadarai kesehatan begitu berarti…

4 hari berlalu sejak tulang punggung ini tak mampu lagi menopang…

Saat kubuka kedua mataku, aku baru tersadar tubuhku tak mampu beranjak dari kasur kesayanganku. Bukan karna suhu kamarku yang cukup sejuk untuk alasan aku menutup kembali selimutku. Aku tak mampu memerintahkan sensor-sensor motorik di tubuhku untuk segera beranjak. Arrghh…sakit!!! itu yang kurasa.

Otot-otot tubuhku seakan tertarik magnet yang kuat hingga hampir terputus. Bukan hayalan jika kukatakan seluruh tubuhku seperti tertusuk jarum-jarum kecil disetiap pori-porinya. Sakit yang tak pernah ingin kurasakan.

Hari ini aku tersadar…sehat itu menyenangkan!!!

 

KRL bogor-Jakarta di pagi hari September 24, 2008

Filed under: obral obrol — seni @ 6:27 am

Entah berapa banyak caci yang keluar dari mulutku…

Entah berapa banyak maki yang terpendam di hatiku…

Saat aku tak puas akan diriku…

Hh…hari ini aku tersadar….

“turun…turun…” suara seorang anak kecil memecahkan keheningan KRL ekonomi-AC jurusan BOgor-Jakarta.

Sambil acuh tak acuh aku memperhatikan seorang bapak yang menggendong anaknya. tanpa sadar, aku sibuk dengan fikiranku sendiri, “kenapa sih ni bapak-bapak? udah tau anaknya ga mau malah dipaksa”.

Sesaat kemudian, bukan itu yang menjadi perhatianku. Anak itu…anak itu…tak punya hidung!!! Bukan!!! bukannya tak punya hidung, tapi…tak punya batang hidung lebih tepatnya. Ah…entah apa namanya, aku bahkan tak sanggup melihatnya. lubang hidung tang begitu besar hingga menutupi setengah mukanya, bahkan menyobek kelopak matanya. Hatiku menangis melihatnya. Anak sekecil itu harus menanggung beban…malu…sakit…yang bahkan mungkin aku takkan pernah sanggup menerimanya.

Ya Allah…entah pelajaran apa yang ingin kau berikan untukku…untuk orang-orang yang dengan santai tidur di kursi KRL itu.

 

Ada Gemuruh di Hatiku September 17, 2008

Filed under: ma soul — seni @ 10:36 am

sejak pagi warna awan tak berubah, kelam…

seperti seakan peduli padaku,

akan kesedihanku…

akan kebimbanganku…

akan gemuruh besar yang melanda jiwaku…

bukan hanya hitungan hari kurasakan,

mungkin sudah minggu…entah bulan…

resah…gelisah…hampa…entah apa yang terjadi

bahkan fikiranku pun sulit untuk mengerti apa yang dirasakan hati ini

aku ingin secerca cahaya yang dapat menerangi jalan hidupku

aku ingin setetes embun yanga dapat menyegarkan setiap pagiku

Aku ingin meredam gemuruh yang entah datangnya dari mana ini

Ahh…ada gemuruh dihatiku

yang hingga kini belum kutemukan peredamnya

 

Mengapa hanya sesaat…? September 11, 2008

Filed under: obral obrol — seni @ 6:13 am
sejak lama aku ingin membaca buku itu, buku yang membuat semua muslim di indonesia berubah…jadi lebih muslimin dan muslimah…walau hanya sesaat…?
Ketika Cinta Bertasbih, buku yang telah mengubah langit indonesia menjadi terang sejenak layaknya Ayat-ayat Cinta.
 
Mengapa…? Mengapa hanya sesaat…?
 
Ya…itulah orang indonesia, mereka akan cepat sekali berubah, “mengikuti trend” katanya.
 
Tadi malam, setelah waktu-waktu sibukku beberapa minggu ini, aku sempatkan membuka buku itu. Masih rapi…belum pernah kusentuh.
Tak pernah ingin kulewatkan satu kata pun ketika aku membaca karya Kang Abik.
Halaman pertama…
dia dedikasikan buku itu untuk anaknya dan generasi indonesia yang baru dilahirkan
Halaman kedua…
Halaman ketiga…
hingga ketemukan bagian prolog buku itu yang ditulis oleh Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D.
Aku sengaja membaca prolognya terlebih dulu, karna kufikir beliau sengaja menyediakan waktunya yang padat untuk menulis prolog itu, setidaknya aku mencoba untuk menghormatinya.
Aku membaca dengan seksama hingga kutemukan kalimat………………………………………………………………………………………………………………………………….
 
“Orang-orang kita selalu dicekoki tokoh-tokoh jahat saja dan tidak diberi perimbangannya. dan secara tak langsung mereka termakan dengan cekokan itu. Sehingga seolah-olah dibenak mereka tidak ada lagi orang baik di dunia ini”
 
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Aku tertegun…kusadari bahwa pendapat kang abik benar. Orang indonesia terlalu manja. Mereka makan apa yang diberi tanpa memilah-milih terlebih dahulu, apa itu haram? apa itu halal? itu hanya perumpamaanku saja.
Lihat saja, begitu banyak sinetron yang ditayangkan oleh televisi nasional kita. Semua mengangkat konflik yang berlebihan kurasa. Menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta dan kekuasaan. Kalaupun ada sinetron islami, kurasa itu hanya demi menyambut ramadhan saja bukan?Hhh..aku sungguh tak mengerti, mengapa mereka membuat sinetron yang sudah jelas besar kemungkinannya memberi pengaruh buruk pada generasi indonesia? 
Bahkan aku tak mengerti harus bertanya pada siapa kalau ternyata rating sinetron memang lebih tinggi dibanding acara lain.
 

Cinta daTang SaaT LuKa menYaPa September 10, 2008

Filed under: cerpen — seni @ 7:04 am

Garis,sosok pria sederhana yang penuh kasih sayang walaupun sebenarnya dia tajir abiz. Perawakannya tinggi kecil, lumayan ganteng, cool pula, itu yang bikin banyak cewek ngelirik dia. Dia emang ga pernah pilih-pilih temen, tapi soal sahabat ga ada kompromi lagi. Bagi dia yang bisa jadi sahabatnya hanyalah Rintang, cewek manies tapi agak tomboy ini emang baeeeekk banget, care ma temen, slalu ada klo garis butuhin. Rintang emang orang yang paling deket dan paling ngertiin garis lebih dari siapapun, bahkan pacarnya sendiri. Persahabatan ini sudah berjalan 6 tahun semenjak mereka menginjak bangku SMA.

            Dulu…Bunga adalah wanita terindah yang pernah mampir di hati Garis, tapi setelah mereka resmi berpacaran Garis baru menyadari bahwa Bunga bukanlah wanita terindah seperti yang dia impikan. Ga sekali aja Garis ngedenger gosip bahwa Bunga suka jalan sama cowok lain dibelakangnya, tapi dia ga pernah percaya hingga Rintang bilang,”Ris, sorry ya…!bukannya gua mo ngomporin lo, cuma kali ini gua bener-bener yakin yang gua liat tuch Bunga.” Garis bingung siapa yang seharusnya dia percaya, karna selama ini Bunga slalu membantahnya. Setiap Garis menanyakan masalah ini, Bunga selalu bisa mengelak, dia bilang ” Sayang..yang kemaren tuch temen les aku” atau apalah jawabannya yang selalu bisa meyakinkan Garis. Disisi lain, Garis juga yakin bahwa sahabatnya ga mungkin ngebohongin dia.

            Sekian lama Garis masih mempertahankan hubungan mreka, tapi dia merasa usahanya sia-sia, toh Bunga yang slalu dia sanjung-sanjung tetap tidak berubah. ”Ris, sejak kapan sich lo cengeng kayak gini?” kata Rintang membuyarkan lamunan Garis. ”Sejak kapan ya?” kata Garis dengan pandangan kosong. Sejenak dia terdiam dan tersenyum pahit ”sejak gua kenal dia, sejak gua jadian sama dia, dan sejak gua sayang banget sama dia.” Ada sedikit rasa ga rela di hati Rintang mendengar itu semua, tapi dia masih tetap mencoba menenangkan.

Rintang, dia emang laen dari cewek-cewek biasanya. Dia bukan tipe cewek yang memegang teguh feminisme, katanya “ Ga penting!yang penting tuch skill,klo feminim tapi unskill? NOTHING!!” setiap kali Garis ngeledek “Rin, skali-kali lo tampil feminim gitu..” Tapi justru itu yang bikin Garis salut dan sayang banget sama Rintang. Dia ga pernah nyusahin orang, selalu bisa nyenengin hati orang walaupun dia sendiri lagi sedih. Dia emang cewek yang tegar en mandiri banget, ga kayak cewek-cewek skarang yang pada cengeng. Dia selalu pegang prinsipnya,” Kalo iya, bilang Iya. Kalo enggak bilang enggak!” dia ga suka sama orang yang plin-plan. Rintang hobby banget sama yang namanya naek gunung. Katanya sich kalo udah naek gunung, smua masalahnya pasti beres deh. Dia emang salah satu anggota MAPALA alias mahasiswa pecinta alam di kampusnya, makanya dia benci banget sama orang-orang yang ngakunya cinta alam tapi masih aja buang sampah sembarangan. Ga jarang loh Garis dimarahin gara-gara suka buang sampah sembarangan, katanya “Lo ga kasian apa ngeliat sodara-sodara kita kebanjiran akibat lo buang sampah sembarangan?”. Garis suka dibilang mahasiswa ga tau diri lah, penerus bangsa yang ancur lah, ga peduli lingkungan lah,pokoknya masih banyak lagi deh. Garis sich nyantai-nyantai aja dimarahin kayak gitu, karna sebenernya Garis juga malu buang sampah sembarangan tapi, biasalah dia kan paling seneng ngeliat Rintang ngomel-ngomel masalah buang sampah sembarangan. he…he…he…

Week end ini rencananya Rintang mo naek ke Gunung Merapi. Seperti biasa, Garis pasti ngebujuk supaya Rintang ga pergi soalnya kalo udah naek gunung dia suka lupa sama Garis. Cie…critanya jealous sama gunung neh (penting ga sich?). Sebenernya sich ga itu aja, hari Senin ini kan Garis Ulang Taun yang ke 21 dan dia pengen Rintang juga ikut ngerayainnya. Tapi yang namanya Rintang, sekali enggak tetep aja ENGGAK!!!!

            Hari Minggu….

            Rencananya hari ini Garis mau ngasih kejutan buat Bunga, katanya sich dalam rangka memperbaiki hubungan mereka yang akhir-akhir ini amburadul. Dari pagi dia udah sibuk nyiapin kado istimewa buat kekasih tersayangnya itu. Tapi sayang, semangat Garis buat bikin surprice dibayar dengan sakit hati oleh Bunga. Garis melihat dengan mata kepalanya sendiri, kekasih yang selama ini dia percaya telah berhianat. Bunga sedang bermesraan dengan laki-laki lain di halaman belakang rumah Bunga. Emosi Garis memuncak seketika dan langsung melabraknya habis-habisan. Bunga hanya bisa terdiam dan menangis karna merasa bersalah. Saat itulah Garis memutuskan hubungan mereka. Garis berlari menuju mobil, layaknya pembalap F1 dia menyalip semua mobil yang ada didepannya tanpa dia sadari. Fikirannya hanya dipenuhi rasa kecewa dan penyesalan ”ternyata rasa sayang yang gua pelihara slama ini hanya membutakan gua akan kenyataan yang ada” dan BANG!!!!! Semuanya lenyap gitu aja.

            Saat sadar dia ada di Rumah Sakit, dia melihat Rintang disampingnya. ”HAPPY BIRTHDAY!!”teriak Rintang sambil ngasih bunga edelwise yang udah lama banget Garis pengen. ”Rin…” Garis memeluk Rintang sambil menangis.

Rintang keliatan lelah banget, entah kenapa dia selalu bahagia ngeliat Rintang ada disisinya. ”Lo emang bidadari yang dikirim Tuhan buat gua Rin…Lo selalu bikin hati gua tenang, dan lo selalu ada disaat gua butuh. Makasih atas persahabatan yang indah ini Rin…” bisik batin Garis.

            ………………………………………………………………………………………………………………

            Seminggu kemudian di bandara…..

“ Kok jauh amat sich naeknya? Kenapa ga yang deket aja sich? Gunung Salak misalnya, atau Gunung Gede deh.” Bujuk Garis saat Rintang memutuskan pergi ke Lombok. Rintang dan MAPALA di kampus memutuskan Pendakian kali ini adalah ke ‘Rinjani’ gunung yang terkenal di Lombok dan Indonesia juga tentunya. “ Ris, lo kan tau gua udah lama banget pengen ke Rinjani. Ga ada salahnya donk kalo gua ikut ekspedisi ini.kapan lagi coba…?” ya….Rintang emang bermimpi pergi ke Rinjani sejak SMA, tapi baru kesampean sekarang. Bukan masalah waktu Rintang pergi 2 minggu, tapi ada perasaan ga rela ngelepas kepergian Rintang di hatinya. Selama nunggu temen-temen Rintang yang belum dateng, Garis ga banyak bicara. Sesekali dia ngeliat jam buat mastiin kepergian Rintang.

“Rin…!” Garis masih ga rela Rintang pergi. “Udah deh Ris, knapa sich lo jadi gini? Ga bakal terjadi apa-apa sama gua, percaya deh! Lagian menurut ramalan minggu ini gue bakal beruntung, Ok!!”

 ( Lagu : Leaving On a Jet Plane )

 

Garis ga nyangka bahwa kata-kata di bandara tadi adalah kata terakhir yang terucap dari mulut Rintang dan ga akan pernah dia denger lagi.Ya.. Rintang telah pergi untuk selamanya, sesaat setelah Garis sampai dirumah. Dia melihat berita kecelakaan pesawat yang dinaiki Rintang di Televisi dan salah satu korban yang meninggal adalah ‘Rintang Safira Maharani’. Saat itu juga dia pergi ke kostan Rintang dengan mengendarai mobil kecepatan tinggi.

Di ruang tamu tempat Rintang kost, semua orang berkumpul dan menatap sedih kehadiran Garis.

………………………………………………………………………………….

Di sudut kamar Rintang terlihat pria berumur 21 tahun menangis sedih, dia belum bisa menerima kepergian sahabat yang paling dia sayangi, Rintang. Gadis manis yang selalu mengisi hari-harinya dengan senyuman. Dia teringat kembali kata-kata terakhir Rintang “Udah deh Ris, knapa sich lo jadi gini? Ga bakal terjadi apa-apa sama gua, percaya deh! Lagian menurut ramalan minggu ini gue bakal beruntung, Ok!!”

  Garis kalut dan tak tau harus berbuat apa. Dia memandangi setiap sudut kamar, dan setiap barang Rintang yang kini menjadi kenangannya, hingga dia melihat buku harian. Dalam buku itu tertulis :

 

Kawan,

Maafkan aku tak bisa menjaga persahabatan yang indah ini

Ini memang kesalahanku.

Aku tau kau takkan pernah mengagumiku

Tlah kucoba pendam semuanya di hati yang rapuh ini, tapi sulit…

Hh…Andai Cinta ini bisa memilih…

Kawan,

6 Tahun telah berlalu

Semenjak kau jadi sahabatku…

Semenjak aku sayang padamu…

Semenjak itu pula kuserahkan hatiku untukmu…

Maafkan aku…!

 

Rintang, 14 Februari 2006

Untuk sahabatku yang takkan pernah bisa kulupakan,

Garis…..

 

 

 “Rintaaaaaaaaaaaanngg….!!!!”jeritan sedih Garis membuat temen kost dan ibu kost Rintang menangis.

 

Keangkuhanku… September 9, 2008

Filed under: ma soul — seni @ 5:06 am

Hanya satu kata yang dapat mendamaikan dunia. benarkah?

ketika ku angkat poselku dengan ragu…

Ragu mengakui kesalahanku

Ragu menurunkan standar angkuhku

Ragu akan malu-ku saat kuucap kata “maaf”

Ah…mengapa rasa angkuh ini begitu besar?

mengapa rasa angkuh ini sulit kutaklukan?

Andai aku tak memiliki keangkuhan ini…

Akan dengan mudah kukatakan, “Ibu, maafkan aku”