Dosen : Dr. H. Entang Adhy Muhtar, Drs. MS.
BIROKRASI : Salah satu perwujudan system organisasi (rasional) yang menggantikan system tradisional (Kerajaan, Kesultanan, Kraton) yang tidak mampu menjawab tuntutan perkembangan masyarakat demokratis.
Kualitas Birokrasi dinilai dari : - Manajemen - Kinerja - Produk Downs (1967) mengartikan birokrasi sebagai bentuk organisasi yang memiliki 4 macam karakteristik utama :
1. Organisasi berskala besar; memiliki jumlah anggota yang besar. Tercermin dalam birokrasi pemerintah
2. Mayoritas anggota organisasi sebagai pekerja “full time” yang menggantungkan pada pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan (income), dengan kompetisi yang tinggi dalam memberikan layanan
3. Promosi didasarkan atas penilaian kinerja sesuai dengan peran yang dimainkan dalam organisasi
4. rekruitmen didasarkan pada factor kecakapan, keahlian, bukan pada agama, ras, kelas social, dan hubungan keluarga yang secara periodic yang diseleksi dari orang yang berada diluar biro.
Weber menyebutkan ciri-ciri “ideal type of arganization”, yaitu :
1. Adanya pembagian pekerjaan, spesialisasi dan tanggungjawab yang jelas
2. Hierarki kewenangan
3. Hubungan antara manajer dengan karyawan berbentuk impersonal
4. Peraturan dan pengaturan mengarah pada pelaksanaan pekerjaan
5. Orientasi pada karier dan mendapatkan gaji yang tepat
6. Efisiensi
7. Pejabat manajerial dipilih denga kualifikasi teknis yang ditentukan dengan pendidikan dan ujian
Bagaimana birokrasi Indonesia?
Dalam birokrasi kita masih cenderung pada Caring culture, hal ini ditandai dengan :
1. Lebih mementingkan pimpinan daripada klien atau pengguna jasa
2. Lebih merasa sebagai abdi Negara daripada abdi masyarakat
3. meminimalisir resiko dengan menghindari inisiatif
4. menghindari tanggungjawab dan menolak tantangan
5. kurang suka berkreasi dan berinovasi dalam pelaksanaan tugas