An oRdinaRy PeopLe

Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Dr. Hery Margono March 29, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 2:06 pm
Tags:

Seorang teman pernah berkomentar di salah satu artikelku.

aku kadang-kadang iri, kalau ngeliat orang lain S2, coz aku ngga kesampean kesana…hmmmmmm
mungkin anak ku nanti yang bisa menembus kesana, bahkan lebih…..”

Mendengar itu aku langsung teringat satu-satunya dosen favoritku di kelas, Dr. Hery Margono.

Bukan karna ketampanannya yang membuatku kagum padanya (scara udah bapak-bapak, setampan apapun ga ngaruh kayaknya. Hehe…), tapi karna perjuangan hidupnya yang membuatku sadar begitu banyak asset dari diriku yang belum termanfaatkan secara optimal, begitu seringnya aku berputus asa padahal usahaku belum maksimal.

Menurut cerita Dr. Hery…ayahnya seorang dalang di kampung. Beliau meninggal sejak Dr. Hery menduduki bangku kelas II SMA. Semenjak itu mau tidak mau dia harus membiayai sekolahnya sendiri, atau putus sekolah sama skali. Itulah hidup…selalu dihadapkan pada pilihan.

Akhirnya dia hijrah ke Jakarta dengan mimpi bisa kuliah, karna kedua kakaknya ada di Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, bukan kuliah yang didapat, tapi Dr. Hery harus membiayai hidupnya karna kehidupan dua orang kakaknya pun pas-pasan., tapi mimpinya untuk melanjutkan kuliah tidak pernah putus. Uang pertamanya yaitu 8000 rupiah dari hasil penulisan biografi Mieke Wijaya (kalau tidak salah). Lumayan untuk membiayai hidupnya saat itu, tapi tetap saja tidak bisa menyisihkan untuk persiapan biaya kuliah.

Tahun pertama di Jakarta, dia masih belum bisa berkuliah. “Saya selalu menangis ketika melihat orang-orang kuliah”, begitu katanya dengan mimik sedih.

Tapi karna keinginannya begitu besar untuk kuliah, dia tidak putus asa. Dia mencoba menciptakan inovasi. Dia bekerja sama dengan sebuah percetakan untuk memproduksi buku tulis dengan cover artis (sebagai fotografer, dia memang memiliki banyak kenalan artis pada saat itu). Akhirnya dari produksi buku tersebut dia mendapatkan keuntungan yang lumayan, hingga dia bisa mendaftar kuliah dan membiayainya sendiri. Hhh…sungguh perjuangan yang luar biasa kurasa….

Sesaat aku berfikir, apa yang membuatnya bisa sesukses ini? Memiliki perusahaan advertising yang iklannya sering kita lihat di televisi. Padahal kalau diteliti lagi, dia bukan satu-satunya orang yang memiliki semangat tinggi untuk menggapai mimpi, dia bukan satu-satunya orang yang memiliki rasa optimis yang tinggi. Banyak orang yang smangat hidupnya tinggi dan tidak mudah putus asa, tapi toh hidupnya tetap biasa saja.

2 kali aku kuliah dengannya, dua kali pula aku menyadari bahwa dia selalu bersemangat mengajar dan selalu memasang senyum dibibirnya. Membuat atmosfir kelas begitu menyenangkan. Dia tak pernah marah atau memasang tampang kecewa (seperti dosen lain) didepan kami. Sungguh bijaksana melebihi umurnya kufikir…

Tanpa sengaja aku melihat kearah jamaah yang sedang shalat dzuhur, ada Dr. Hery disitu. Selepas shalat, dia lalu melaksanakan shalat sunat sedangkan yang lain langsung bubar. Mmmm….ada yang lain, kataku dalam hati. Kurasa itu semua yang membuatnya beda dari orang lain di mata Allah.

Hhh…semoga aku bisa mengikuti jejakmu Pak….Pasti Bisa…!!!

Untuk Kang Inin…ini bukan keseluruhan cerita tentang beliau. Masih banyak yang belum kuceritakan dan begitu menginspirasi hidupku dalam seketika. Tidak ada yang tak bisa diraih dalam hidup ini jika kita punya mimpi dan mau berjuang mendapatkannya. Semoga kang Inin pun terinspirasi, juga semua orang yang membaca artikel ini. Smangat…!!!

NB : Dia juga wartawan loh dulunya.

 

5 Responses to “Dr. Hery Margono”

  1. abes08 Says:

    ya, dan saya akan mencoba untuk bisa ngedengerin Profesor-profesor ngomong didepan kua dalam durasi yang lama….
    SI pernah, ketemu sama Profesor…tapi, yang ada hanya njlimet….
    haturnuhun…..

  2. komarudin Says:

    selamat ama dr.heri margono,masih muda sdh dapat dr. smoga aku bisa mengambil ilmu dari beliau.slm/hkmrd

  3. komarudin Says:

    congratulations please

  4. komarudin Says:

    Hidup memang perjuangan , saya yakin Pak margono bisa meraih Dr tidak serta merta ,tetapi diraih dengan susah payah dan berusaha keras, kita patut untuk mencontohnya
    termasuk dosen yang dicintai oleh mahasiswannya ,bukan karena tampan tetapi memang dedikasinnya untuk output stie ipwija yang lebih baik

  5. seniatussa'adah Says:

    Stujuuu…!!!


Leave a Reply