An oRdinaRy PeopLe

Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Sekolah tinggi-tinggi untuk nganggur??? May 17, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 12:40 pm

asslkm teh… gimana kalau selesai s2 tapi g dapt kerjaan? masyarkat sering menilai negatif!

Semua orang pasti dilemma ketika disodorkan pertanyaan seperti itu, begitupun aku. Ketika seseorang berkomentar disalah satu artikelku dan berharap mendapat jawaban dariku.

Hh…entah apa yang harus kukatakan karna memang keadaanya seperti ini. Kita belum tentu mendapat pekerjaan walau sudah sekolah susah-susah, bahkan hingga merasakan bangku Master.
Tidak sedikit orang yang berfikiran bahwa semua itu “tergantung nasib”. Ya…semua itu memang tergantung nasib kita, baik atau tidak, aku setuju akan hal itu. Tapi bukankah nasib itu kita yang men-design? Sejauh mana ikhtiar kita untuk bisa meraih nasib yang baik? Jika kita sudah berusaha dengan sebaik-baiknya, dengan jalan yang baik pula, namun nasib baik tak kunjung datang, apa boleh buat? Itulah takdir kita bukan???
Bukankan Allah akan merubah nasib kita jika kita benar-benar mau berubah? Aku selalu menekankan pada adik-adikku bahwa kehidupan kita hari ini adalah refleksi perbuatan kita dimasa lalu. Begitupun dengan kehidupan kita di masa mendatang adalah refleksi perbuatan kita hari ini. Jika kita benar-benar berusaha hari ini, maka kita akan mendapat hasil yang baik di hari esok.
Lagipula, mencari ilmu itu kan tak ada ruginya. Berapapun uang yang kita keluarkan untuk biaya sekolah, semua itu tidak akan pernah sia-sia, pasti ada manfaatnya.
Jadi jangan pernah berfikir “buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo nantinya nganggur juga?”

Untuk menjawab pertanyaan temanku, kita tak akan pernah menganggur jika kita mau berusaha. Toh, bekerja itu bukan berarti harus menjadi PNS atau menjadi karyawan di salah satu perusahaan besar kan? Menjadi wiraswasta juga adalah pekerjaan, bahkan pekerjaan bagus yang dapat membawa Negara kita kearah yang lebih baik. Contohnya saja Australia. Apa yang membuat Negara kecil itu jauh lebih unggul dari kita??? “jiwa wiraswasta”nya. Jadi jangan pernah putus asa kawan!!!

 

mau kos di Bandung? May 17, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 12:25 pm

Aku lupa kapan tepatnya seorang teman memintaku membuat artikel seputar kehidupan Bandung. Aku hanya bisa mengernyitkan dahiku karna bagiku itu cukup sulit. Lalu ku tanyakan padanya apa yang sebenarnya dia butuhkan. Lalu dia bilang dia butuh kos-kosan di Bandung, jadi butuh referensi. Aku langsung berfikir “ini yang belum ada”, kos-kosan on line. Artinya hingga saat ini kurasa belum ada orang yang menyediakan kos-kosan dengan proses transaksi on line. Jika ada, mungkin dia tak perlu repot-repot bertanya padaku., tinggal menyalakan computer, connect ke internet, langsung bisa melihat tipe kamar dan harga-harga kosan. Mungkin dengan sedikit penjelasan tentang lingkungan sekitarnya, kurasa itu lebih bagus. Walau bagaimana pun, Lingkungan menjadi factor yang sangat penting dalam menentukan tempat tinggal kita. Lingkungan yang baik akan membuat kita lebih baik (setidaknya…), dan lingkungan yang buruk memiliki kesempatan lebih besar membuat kita tambah buruk, walaupun semuanya tergantung dari diri kita sendiri.Yang pasti dalam mencari kosan aku akan memilih tempat yang bersih, aman, nyaman dan islami (seengganya biar jauh dari saiton-saiton). hehe

Hh…tapi bagiku tetap saja itu semua sulit dinilai jika tidak melihat daerahnya langsung, tidak cukup dengan melihat visualisasinya saja atau penjelasan dari orang. Kita juga harus merasakannya langsung. Bukan begitu? Aku tak pernah tinggal lebih dari 2 hari di Bandung, jadi tak begitu mengerti tentang kehidupan atau pergaulan disana. Mungkin jika dia bertanya tentang daerah Bogor atau Depok, aku akan dengan mudah membantunya. Ah…tapi sudahlah, aku hanya bisa berusaha membantunya semampuku. Ku sms teman-teman lamaku yang sekarang tinggal di Bandung, Dedi, Agus. Lalu ku sms pula adikku yang sekarang kebetulan tinggal di Bandung. Bukan hanya itu, ketika seorang temanku datang ke rumah langsung kuberondong dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kos-kosan di Bandung. Inilah hasilnya :

Dago Pojok : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Dago Barat : Rp. 300.000

Dago Atas : Rp. 300.000

Cisitu : Rp. 300.000 – Rp. 350.000

Taman Sari : Rp. 250.000

Sakaloa (jl. Dipati Ukur) : Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Jl. Tubagus Ismail : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Cihampelas : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Belakang Monumen Perjuangan : Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Setiabudhi : Rp. 2 juta – 2,5 juta per tahun

Disamping harga-harga tersebut, tentu saja masih banyak range harga lainnya walau rata-rata memang segitu. Bisa lebih murah, bisa juga lebih mahal tergantung fasilitasnya.

Nama-nama diatas adalah kawasan kos-kosan mahasiswa, kecuali Cihampelas, yang mungkin lebih banyak ditempati oleh karyawan. Tapi untuk temanku yang satu ini, kusarankan mencari kos-kosan yang didominasi oleh “cewe” mengingat seringnya dia membicarakan “cewe”. Hehehe…