Ini semua tentang Aku…
Aku yang egois…
Ini semua tentang aku…
Aku yang selalu ingin dimengerti tanpa pernah mencoba mengerti mereka.
Aku sibuk dengan duniaku tanpa pernah menyadari kehadiran ibuku. Ibu yang tanpa setahuku selalu menangis di setiap malamnya karna mengkhawatirkanku. Begitu banyak beban yang ibu tanggung tapi aku masih tetap memaksanya untuk mengerti aku. Ibu yang harus bersabar menerima konsep “kemandirian”ku. Mencoba mengerti akan jiwa yang tak mungkin mendapat kemerdekaan jika aku terus berada dipangkuannya. Dan aku tak pernah sadar itu semua membuatnya begitu terluka. Terluka karena merindukanku karna ternyata suaraku di telephone tidak cukup mengobatinya.
Aku sibuk keluar masuk kota melengkapi petualanganku, tanpa menyadari Penantian ayahku. Ayahku yang dalam diamnya begitu mencintaiku tanpa pernah terucap dari bibirnya. Aku tak pernah tau disetiap sorenya dia duduk penuh harap didepan teras rumah menanti kedatanganku. Kedatangan yang tak kunjung datang karena kesibukanku mendatangi teras orang lain. Ayahku harus selalu mengelus dada saat melihat ayah dan anak bercerita tentang motor, binatang peliharaan, politik bahkan ekonomi di depan teras mereka, dan aku tak pernah tau itu. Atau mungkin tak pernah mau tau.
Aku sibuk mengukir guratan diwajahku agar terlihat bahagia tanpa pernah peduli bahwa guratan kesedihan di wajah mereka semakin hari semakin bertambah. Dan aku telah banyak melewatkan guratan itu.
Ini semua tentang aku…
Aku yang selalu ingin kamu mengerti tanpa pernah mencoba untuk mengerti kamu. Kamu yang selalu mampu membuat amarahku menjadi bahagia. Kamu yang selalu mampu membuat hatiku tenang. Kamu yang dengan segala caramu mampu membuatku tersenyum. Aku hanya tau cara untuk mendapatkanmu tanpa tau cara untuk kehilanganmu. Dirimu yang selalu mengerti aku, yang dibalik kemanjaanmu tersimpan kedewasaan yang selalu membuatku merasa nyaman. Aku hanya ingin kamu. Kamu yang telah membuatku mengikat hati ini begitu kencang hingga tak dapat kuregang kembali. Aku hanya berharap engkau menjadi miliku tanpa pernah berharap kau lepas dari genggamanku. Jika aku boleh meminta, aku hanya ingin kamu. Walau ada 1000 kamu di dunia ini.
Kini…saat kamu tak lagi kumiliki, entah dimana aku harus berlabuh. Karna jangkarku terlalu dalam kutambatkan dihatimu hingga sulit kutarik kembali.
