An oRdinaRy PeopLe

Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Selalu Aku… December 25, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 9:24 am
Tags: , , , ,

Ini semua tentang Aku…

Aku yang egois…

Ini semua tentang aku…

Aku yang selalu ingin dimengerti tanpa pernah mencoba mengerti mereka.

Aku sibuk dengan duniaku tanpa pernah menyadari kehadiran ibuku. Ibu yang tanpa setahuku selalu menangis di setiap malamnya karna mengkhawatirkanku. Begitu banyak beban yang ibu tanggung tapi aku masih tetap memaksanya untuk mengerti aku. Ibu yang harus bersabar menerima konsep “kemandirian”ku. Mencoba mengerti akan jiwa yang tak mungkin mendapat kemerdekaan jika aku terus berada dipangkuannya. Dan aku tak pernah sadar itu semua membuatnya begitu terluka. Terluka karena merindukanku karna ternyata suaraku di telephone tidak cukup mengobatinya.

Aku sibuk keluar masuk kota melengkapi petualanganku, tanpa menyadari Penantian ayahku. Ayahku yang dalam diamnya begitu mencintaiku tanpa pernah terucap dari bibirnya. Aku tak pernah tau disetiap sorenya dia duduk penuh harap didepan teras rumah menanti kedatanganku. Kedatangan yang tak kunjung datang karena kesibukanku mendatangi teras orang lain. Ayahku harus selalu mengelus dada saat melihat ayah dan anak bercerita tentang motor, binatang peliharaan, politik bahkan ekonomi di depan teras mereka, dan aku tak pernah tau itu. Atau mungkin tak pernah mau tau.

Aku sibuk mengukir guratan diwajahku agar terlihat bahagia tanpa pernah peduli bahwa guratan kesedihan di wajah mereka semakin hari semakin bertambah. Dan aku telah banyak melewatkan guratan itu.

Ini semua tentang aku…

Aku yang selalu ingin kamu mengerti tanpa pernah mencoba untuk mengerti kamu. Kamu yang selalu mampu membuat amarahku menjadi bahagia. Kamu yang selalu mampu membuat hatiku tenang. Kamu yang dengan segala caramu mampu membuatku tersenyum. Aku hanya tau cara untuk mendapatkanmu tanpa tau cara untuk kehilanganmu. Dirimu yang selalu mengerti aku, yang dibalik kemanjaanmu tersimpan kedewasaan yang selalu membuatku merasa nyaman. Aku hanya ingin kamu. Kamu yang telah membuatku mengikat hati ini begitu kencang hingga tak dapat kuregang kembali. Aku hanya berharap engkau menjadi miliku tanpa pernah berharap kau lepas dari genggamanku. Jika aku boleh meminta, aku hanya ingin kamu. Walau ada 1000 kamu di dunia ini.

Kini…saat kamu tak lagi kumiliki, entah dimana aku harus berlabuh. Karna jangkarku terlalu dalam kutambatkan dihatimu hingga sulit kutarik kembali.

 

Selamat Hari Ibu… December 22, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 9:10 am
Pernahkah kita mengucapkan “terima kasih” pada ibu atas setiap permintaan?
Pernahkah kita mengucapkan “maaf” saat membuat hatinya terluka?
Pernahkah kita mengucapkan “tolong” untuk setiap perintah sepanjang hidup kita?

Kurasa kita sudah lupa akan hal itu…

Jujur, aku tak pernah berterimakasih pada ibu dan ayahku karna tidak membuangku ke tempat sampah…karna tak menitipkanku ke panti asuhan…karna tidak memotong tubuhku menjadi beberapa bagian lalu di buang ke selokan…

Tidak menjadi “lebay” kurasa jika berterima kasih pada mereka karna telah membiarkanku hidup, membiarkanku menikmati indahnya dunia, membiarkanku menghirup udara di setiap hela nafasku…

Ibu selalu siap mendekap kita penuh hangat dikala air mata mengalir deras dipipi kita…tapi apa pernah kita menyodorkan bahu kita untuk menjadi sandarannya agar sedikit mengurangi beban hidupnya?
Ibu selalu ada disetiap waktu saat kita membutuhkannya…tapi apa pernah kita menyediakan waktu untuk mereka berkeluh kesah atau hanya sekedar berbagi cerita?

Ibu…

yang selalu ada disetiap hariku,

yang selalu siap mendekapku penuh hangat,

yang tak pernah mengeluh menguras air matanya,

demi sesungging senyum diwajahku…

Ibu…kau selalu mempesona dimataku…

 

Ya Allah…tolong jangan ambil adikku November 15, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 4:49 pm
Tags: , , , , , ,

Saat itu jam di dinding rumahku menunjukkan angka 10.00 dan adikku sedang mewarnai buku gambarnya di ruang tamu.

“teh, aku mau minum biasa” begitu adikku biasa menyebut air mineral. Lalu kuambilkan segelasa air dan kuberikan padanya. Air itu tidak diminumnya, malah dia berkata, “aku kedinginan”

“Dede kedinginan? Sini aku gendong” kataku sambil menggendong adikku agar dia merasa hangat dalam pelukanku. Aku menganggapnya biasa saja karna saat itu dia memang sedang demam tapi tidak terlalu tinggi karna sudah minum obat.

“Dede sama mamah dulu ya, aku mau masukin motor” ya, seperti kebiasaanku pada malam-malam sebelumnya kewajibanku adalah memasukkan motor kedalam rumah.

Mamah membawa adikku kedalam kamar.

Setelah memasukkan motor, aku menuju lantai 2 untuk menonton TV. Belum ada 1 menit aku di atas, ibuku berteriak “teteh…teteh…c de fira” itu panggilan kami pada adikku.

Aku berlari turun dan mendapatkan mamah sudah berteriak-teriak dan menangis sambil mengendong adikku.

Begitu kulihat adikku, tubuhku merinding. Tubuh adikku kejang-kejang, matanya terbelalak melihat keatas. Nafasnya sungguh lemah dan lambat. Jari tangan mamah terlihat kebiruan karna digigit olehnya.

Saat itu fikiran negatif tak bisa kutepis dari benakku. Ya Allah, tolong jangan ambil adikku. Hanya itu doa yang terlintas.

“kenapa mah?”

“telfon papap!!! Cepeeetttt!!! Kata ibuku sambil berteriak, terlihat panik sekali.

Saat itu ayahku memang sedang keluar menemui kerabat.

“Ipa, keluarin motor” aku menyuruh adikku yg lain mengeluarkan motor. Hanya untuk berjaga-jaga jika ayahku tidak bisa pulang dengan cepat.

Kutekan nomor HP ayahku, namun sulit untuk dihubungi. Aku tak tega melihat mamah yg panik dan terlihat menahan sakit menahan gigi adikku agar mulutnya tidak menutup.

Aku fikir, ‘Aku tak bisa ikut-ikutan panik saat ini’. Lalu kuserahkan tefon pada Ipa, dan aku ambil sendok untuk menggantikan jari ibuku menahan gigitan adikku. Sangat kuat dia menggigit sendok hingga bisa kudengar suara gemerutuk kecil. Dia mengerang. Tubuhnya masih tegang.

Kupegang kepala adikku sambil tetap memohon,”Ya Allah…tolong jangan ambil adikku”

Semua ayat al-Quran yg aku hafal kulantunkan hingga tanpa sadar air mataku menetes.

Ah…aku benar-benar tak sanggup melihat ini semua. Aku tak ingin kejadian 2 tahun lalu terulang kembali. Saat sang maut menjemput adikku sesaat setelah burung kematian itu mematuk-matuk dijendela kamar adikku di Rumah Sakit.

“Mah, kita bawa ke UGD puskesmas dulu aja” saat itu aku tak mungkin membawa adikku ke RS.

Kubawa mamah dan de fira ke Puskesmas, air mataku tak bisa kubendung lagi. Sepanjang jalan aku menangis sambil bertasbih, beristigfar, bertahmid, apapun dzikir yg aku ingat saat itu. Dalam hatiku masih tetap meminta, “Ya Allah…tolong jangan ambil adikku”

Ditengah jalan aku bertemu papap yang akhirnya langsung berbalik arah menuju Puskesmas.

Setibanya di UGD Puskesmas, perawat langsung menangani adikku. Sekitar 15 menit, kemudian mereka bilang,”Ibu maaf ini harus dibawa ke RS. Nanti kami kasih rujukan”

Tanpa kompromi kami langsung meluncur menuju RS PTPN. Setelah kami tiba di UGD RS PTPN, dokter langsung menangani adikku. Aku menunggu diluar sambil gemetar. Yah…aku begitu takutnya hingga tak dapat menguasai diriku sendiri. Sambil menunggu, aku sms teman-teman yang ada di “buku contact” HP-ku. Kira-kira begini isinya, ‘tmn2,seni mnta doanya…ade seni msk UGD. Seni mohon dgn sangat…doanya…makasih”

Akhirya dokter bilang,”bu, ini harus dirawat” Ah…aku tak tega jika tangan sekecil itu harus dimasuki jarum dan selan infus. Tapi apa boleh buat, demi kesembuhan adikku.

Saat itu teman-teman ayahku langsung datang ke RS, kira-kira 6 orang. Lalu kulihat jam di dinding RS menunjukkan pukul 11.35 malam. Ah…sungguh baik mereka. Terima kasih pak…

Setelah kurang lebih 10 menit di ruang rawat inap, adikku bangun. Dan taukah apa yang dia ucapkan? Setelah lebih dari sejam dia mengalami masa kritis, dengan wajah polosnya dia bertanya,”lulu mana?”

Haha…kami tertawa. Setidaknya kami tau bahwa dia sudah berhasil melewati masa kritis itu dengan menanyakan “Lulu” sang boneka kesayangan yang selalu dibawanya kemanapun, bahkan ke sekolahnya.

 

Hhh…terimasih teman-temanku. Tanpa doa kalian entah apa jadinya kami. Terima kasih Kang Inin, Andri, Wini, Dahlia dan semua teman-teman yg telah kuminta doanya…maaf sudah merepotkan karna smsku datang terlalu larut dan mengganggu istirahat kalian.

 

Terimakasih…LoVe U AlL…

 

Saat aku menulis ini, adikku dirawat di RS dan sedang demam tinggi. Kami semua sedang menunggu dokter anak, tapi sudah 3 kali ibuku meminta dokter itu tak kunjung datang. Ah…

 

Haruskah aku skeptis? November 13, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 10:53 am
Tags: , ,

Suatu hari ibuku bertanya, mengapa aku selalu mengambil langkah seribu ketika ada lelaki mencoba mendekatiku. Aku tak tau harus menjawab apa, karna aku pun tak mengerti. Sikap skeptisku pada lelaki bukan tanpa alasan.

Bukan hanya sekali aku “didekati” oleh pria “berpacar” bahkan “bersuami”. entah kenapa…apakah tampangku seperti wanita-wanita “penggoda”? yang rela dijadikan “selingan” mereka hanya untuk dapat kesenangan?Atau karna mereka menganggap semua wanita sama? sama-sama bisa dirayu dan diiming-imingi “cinta” walau sebenarnya itu semu…?

Aku sangat terbuka jika ada lelaki yang mau menjadi sahabatku. tapi untuk lebih dekat? Ah…trauma itu belum juga hilang.

jika ada pernyataan, “kan ngga semua lelaki kayak gitu”. ya…memang tidak semua, tapi bagaimana aku bisa membedakannya?

Ah…pak, mas, maaf…saya wanita yang masih punya hati nurani. Bukan prinsip saya menghalalkan segala cara untuk mendapat kesenangan semata. Mungkin wanita-wanita yang pernah kalian temui bisa menerima hal itu, tapi maaf…tidak dengan saya…Tak pernahkah kalian berfikir anak, kakak, atau bahkan ibu kalian menjadi “alat kesenangan” lelaki hidung belang itu?

 

 

What I have to do…?? September 23, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 1:49 pm
Tags:

Apa yang harus kulakukan ketika ada seorang pria baik…pintar…soleh…(menurut orang2) datang mengajukan proposal untuk bisa menjadi kekasihku????

Sering aku bilang kepada teman2 kuliahku dulu bahwa “lebih baik dicintai daripada mencintai”…ya, karna menurutku mencintai itu menyakitkan. kita harus mau berkorban perasaan…berkorban segalanya…termasuk kesabaran. tapi dicintai…??? bukankan itu lebih mudah???

Tapi pada kenyataannya??? hatiku memang sulit digerakkan…hatiku tak bisa dipaksakan untuk “nyaman dicintai”, karna aku memang tak nyaman…

berbulan-bulan sudah tapi dia masih saja tak dapat meluluhkan hatiku…dan aku pun sudah berusaha keras untuk mencoba menyelipkannya disudut-sudut hatiku yg sempit. tapi apa hasilnya??? rasa “cinta” itu semakin menjauhiku…semakin sulit aku untuk menerimanya. Ahhh…apa yang harus kulakukan??? dia begitu baik…tak tega aku menyakiti hatinya. Tak ingin rasanya aku meninggalkan luka dihati “pria baik” itu walau hanya satu goresan saja.

Arrggghhhh…kadang aku tak mengerti dengan isi hatiku sendiri. Apa yang harus kulakukan? apa yang aku inginkan? Ughhhh…

 

Aku Bukanlah Malaikat… September 21, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 7:37 am

1430 H…

Hari ini semua orang bersuka cita merayakan kemenangannya.  Salam-salaman, makan ketupat, pake baju baru….Ah, senangnya….

tapi ada yg mengganjal dihatiku. Perasaan bersalah… Perasaan yg tak ingin kurasakan.

Terlalu banyak luka yg kutorehkan di hati orang…

Terlalu banyak lidah ini menyakiti orang…

Ah…semoga kata maaf bisa mengobati semuanya…

Kawan…maafkan aku, Aku bukanlah malaikat yang selalu bisa berbuat baik pada setiap orang…pada setiap kesempatan..

tapi aku akan selalu berusaha untuk itu…

Minal Aidin Wal Faidzin 1430 H

Mohon Maaf Lahir Bathin…

 

Papa oh Papa…! August 28, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 5:24 pm
Tags:

Sejak hari pertama puasa ayah yg sering kupanggil “papap” itu sakit gigi. tak tega aku melihatnya…sudah 5 hari gusinya bengkak seperti ada bola golf yg habis menghantam wajahnya. Ahh…aku tau itu terasa sakit, aku pun pernah merasakannya. Apalagi dibulan puasa seperti ini.

Setiap buka, hanya segelas jus dan bubur yg masuk kedalam perutnya, sakit katanya bila mengunyah. Sudah bisa kupastikan!!! Bila sedang diam, dia akan membuka mulutnya tanpa berani menutupnya karna rasa sakit yg tak tertahan jika giginya beradu. Huff…tak tega aku melihatnya.

Obat pun sudah habis…tapi wajahnya belum kembali seperti semula, masih bengkak. Apa yang harus kulakukan??? aku tak tega melihatnya. semakin hari semakin kurus saja kulihat ayahku. hiks…

Ya Allah…jika boleh kuminta, tolong berikanlah kesehatan pada ayahku. jangan biarkan dia merasakan sakit, walau hanya sakit gigi.Amin…terimakasih ya Allah…

Love U Dad…

 

Mah, dimataku kau begitu sempurna… April 14, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 6:22 pm

Seminggu sudah aku terbaring tak berdaya.

Sejak itu aku tak pernah membantu mamah mengerjakan
pekerjaan rumah, tapi dia tak pernah mengeluh.

Tanpa kuminta, dia selalu siap dengan obat dan segelas air
mineral disampingku saat aku terbatuk.

Tanpa kuminta, dia selalu mengukur suhu tubuhku disaat aku
tertidur lelap.

Senin, RS Ciereng…

Akhirnya…setelah menunggu sejak pagi giliranku periksa tiba.

Sekitar 5 menit Dokter memriksa lubang hidungku, lalu dia
berkata “ini ada polipnya, tapi masih kecil. Coba dulu aja pake obat biar ga
tambah besar. Tapi kalo tetep aja, mau ga mau harus dioperasi”

Deg…kulihat perubahan air muka mamah sesaat sebelum dia
bertanya. “terus sinusitisnya gimana Dok? Apa harus dioperasi?”

“Mmm…kalo mau dioperasi juga boleh, tapi kalo ngga mau ya
minum obat dulu aja. Terus setiap pagi kamu harus olah raga sambil berjemur
biar badannya panas” kata dokter sambil terus menelusuri lubang hidungku.

…..

Tidak seperti tadi pagi saat berangkat, kali ini mamah pulang
dengan raus wajah sedih. Aku tau kesedihan itu, akulah penyebabnya. Ah…apa yang
bisa kulakukan?

Ya Allah…apapun yang terjadi padaku, aku pasrah…aku
ikhlas… Tapi tolong, berikan kesehatan dan kebahagiaan pada mamah dan papap.
Hanya itu pintaku…

 

Terimakasih semuanya…. April 9, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 7:54 pm

Seminggu sudah virus-virus itu menyerangku dengan gencarya…

Seminggu sudah bantal, guling, kasur mendekapku erat tanpa memberiku ruang bergerak…

Seminggu sudah zat-zat kimia masuk terus-menerus kedalam tubuhku…

Hh…menyesal aku mengabaikan nasihat dokter “kamu harus rajin olahraga biar ngga lemah”

Business Plan dan UTS benar-benar membuatku membuka buku dan internet secara terus-menerus tanpa memberi kesejahteraan pada setiap sel tubuhku. Ah…sepertinya ini cara Tuhan menegurku, agar aku memberi sedikit perhatian pada tubuh dan otakku yang selalu kuperas kerja kerasnya.

Malam ini dengan sedikit rasa enggan, aku mencoba menjelajahi dunia maya, setelah seminggu aku menjauh darinya.

WordPress   : 5 comment, 2 spam

Facebook     : 21 new friend request, 8 message, 6 comment on status

Friendster   : 4 new message

Wah….banyak banget nih Pe-Erku malem ini. Tapi aku senang…ternyata banyak teman yang peduli padaku.

Satu pelajaran yang kudapat, apa yang kita tanam, itu yang kita tuai. kayaknya peribahasa ini cocok banget deh. Yups…seperti apa yang selalu kuterapka pada adik-adikku, kehidupan yang kita jalani sekarang adalah refleksi perbuatan kita dimasa lalu.

Kalo kita baik sama orang, orang akan baik juga sama kita.

Kalo kita peduli sama orang, orang juga akan lebih peduli pada kita.

Jadi, mulai sekarang berbuat baiklah pada siapapun, tanpa memikirkan apa yang akan kita dapatkan nantinya.

 

Surat untuk Tuhan March 31, 2009

Filed under: ma soul — seni @ 2:54 pm

Petak demi petak bumi ini tenggelam

Liter demi liter air menyapu bersih tanah ini

Satu demi satu saudaraku berguguran

Tak bersisa…

Hanya air mata seorang ibu yang kehilangan anaknya

Hanya teriakan seorang suami yang mencari istrinya

Hanya kesedihan yang menyelimuti

Ada apa dengan negriku ini???

Tuhan…

Apa salah mereka?

Apa salah dia?

Apa sala kami?

Hingga kau begitu murka.

Mungkinkan ini cara-Mu memperingatkan kami?

Mungkinkah ini cara-Mu menolong kami?

Menolong kami dari lingkaran dosa yang sulit kami hentikan.

Atau, Inikah jawaban-Mu

ketika siang-malam kami berdoa “Ya Allah, tunjukkan jalan yang lurus pada kami”

Maafkan mereka Tuhan

Maafkan dia

Maafkan juga kami

Kumohon…