An oRdinaRy PeopLe

Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Nasib Lab Multimedia SMU 1 Kalijati August 31, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 7:28 pm
Tags: , , ,

Sore ini ayahku pulang dengan muka sedih. tak ada kata yang beliau ucapkan saat kukecup tangannya hingga akhirnya ibuku bertanya, “kenapa pah?”

“Ah…komputer disekolah abis. Infocus, CPU, LCD…semuanya dibawa maling”

Aku terhenyak. tak menyangka ayahku akan diberi cobaan seberat ini. lalu kuberanikan diri bertanya, “bukannya ada penjaganya pap?”

“iya, penjaganya lagi tiduran di perpus. sakit katanya”

“terus…beneran abis semuanya?kok bisa?” ibuku sama penasarannya seperti aku rupanya.

“ga semuanya sih…10 PC, 1 infocus yang ilang. teralis besinya aja dipatahin.kayaknya sih lumayan lama malingnya disitu.tapi ga ketauan sama penjaga”

Setengah jam kira2 obrolan tentang insiden hilangnya perangkat komputer di SMAN 1 Kalijati. Aku tak tega melihat ayahku. sebagai pemimpin tentu saja dia harus bertanggung jawab atas semuanya. Ah…pap, andai aku bisa membantu meringankan bebanmu.

Satu hal yang aku yakini atas ucapan ibuku, semua pasti ada hikmahnya. Ah…semoga…

 

Aku bosan..!!! August 26, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 10:29 am
Tags:

Suatu hari ada seorang sahabat berkata padaku, “aku bosan sama dia…!!!”

kata-kata bosan terhadap pasangan kukira itu wajar, ketika kita menjalankan sebuah hubungan. tapi yang penting, jgn sampai kita mengambil keputusan seenaknya.karna sudah pasti hanya ada satu solusi ketika kita mengambil keputusan dalam keadaan seperti itu, putus!!! semudah itukah??? Ahh…lalu untuk apa menjalankan hubungan jika akhirnya harus diakhiri??? hanya untuk membuang waktu? atau malah mengisi waktu???

“kira-kira, kalo aku bilang sama dia gmn ya???”

…??? bilang bosan padanya??? ah, aku memang blm pernah merasakannya, tapi bukankah itu hal menyakitkan ketika ada seseorang mengatakan bosan padamu??? sungguh…se”tidak menarik” itukah diri kita hingga mereka bosan? sungguh aku tak mengerti perasaan yg seperti ini. entah harus bagaimana…entah harus melakukan apa…

 

Pawai Obor..!! August 17, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 3:37 pm

Dalam rangka memperingati HUT RI, setiap 17 Agustus selalu diadakan Pawai Obor di kotaku, Subang.

Hmm…sudah lebih dari 5 tahun aku tak menyaksikan acara tahunan ini. Sungguh mengharukan…murid SD, SMP, SMA, para pegawai negeri sipil, TNI, Polisi semua membawa obor ditangan kanan dan berjalan dari PolRes Subang menuju Taman Makan Pahlawan. Sepanjang jalan mereka bernyanyi…menyanyikan lagu andalan sekolah masing2. Bahkan ada marching Band dari SMKN 1 dan SMPN 5 Subang. Menyenangkan…

Malam itu hampir semua warga Subang tumpah ruah dijalanan (agak lebai sih kalo dibilang semua, hehe…pokoknya banyak banget deh orang yang nonton). Ahh…aku benar-benar merindukan saat-saat seperti  ini.

 

Angkot oh angkot… August 12, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 10:47 am

Hari Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 8 Agustus 2009 aku menghadiri seminar di Jakarta Pusat. Karna sudah lama tak mengunjungi nenekku di depok, akhirnya kuputuskan mampir pulangnya.

Hm…sudah hampir 8 bulan aku tidak menginjakkan kaki di “640″ tujuan Ps.Minggu. masih sama seperti dulu ternyata, panas…tidak nyaman…

Setelah tiba di Ps.Minggu aku berganti ke “129″ tujuan PAL. Saat itu jam 2 siang kurasa, jalanan terasa panas. bikin semua orang yang ada di angkot naik darah. Ditambah lagi dengan supir angkot yang ugal-ugalan. Huff…hampir saja angkot yang kutumpangi tabrakan di Lenteng Agung. Untung Allah masih memberi kesempatan kami selamat. kalau tidak…entah apa yg terjadi, karna aku duduk di kursi depan samping supir.

Huff…kadang aku heran, kenapa para supir angkot ga pernah sabaran. kejar setoran??? bukan alasan. tidak bisakah mereka tetap mendahulukan keselamatan penumpang walaupun mereka harus kejar setoran???

Belum lagi “ngetem” sembarangan yang bikin jalanan tambah macet. contohnya saja depan mall Cibinong. Angkot benar2 membuat jalanan disitu macet. Hahh…apa sih maunya mereka??? ga bisa apa belajar tertib berkendaraan?

 

Maaf ya… July 22, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 2:45 am

Inilah kebiasaan buruk yang sangat sulit kuhilangkan. MALES…!!! Argah…gara-gara aku males buka blog smenjak 2 bulan lalu, aku kehilangan seorang teman baru. Chandra namanya. Dia meminta bantuanku untuk menyelesaikan tugas akhir dosennya. Tapi, aku baru membaca commentnya kemaren. Hiks…jadi merasa bersalah…hilang deh kesempatanku menolong orang. Maaf ya Chandra…

Hh…smoga ini jadi pelajaran berharga untukku. Ayo seni…!!! Smangat…!!! Jangan males lagi…!!!

 

Sekolah tinggi-tinggi untuk nganggur??? May 17, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 12:40 pm

asslkm teh… gimana kalau selesai s2 tapi g dapt kerjaan? masyarkat sering menilai negatif!

Semua orang pasti dilemma ketika disodorkan pertanyaan seperti itu, begitupun aku. Ketika seseorang berkomentar disalah satu artikelku dan berharap mendapat jawaban dariku.

Hh…entah apa yang harus kukatakan karna memang keadaanya seperti ini. Kita belum tentu mendapat pekerjaan walau sudah sekolah susah-susah, bahkan hingga merasakan bangku Master.
Tidak sedikit orang yang berfikiran bahwa semua itu “tergantung nasib”. Ya…semua itu memang tergantung nasib kita, baik atau tidak, aku setuju akan hal itu. Tapi bukankah nasib itu kita yang men-design? Sejauh mana ikhtiar kita untuk bisa meraih nasib yang baik? Jika kita sudah berusaha dengan sebaik-baiknya, dengan jalan yang baik pula, namun nasib baik tak kunjung datang, apa boleh buat? Itulah takdir kita bukan???
Bukankan Allah akan merubah nasib kita jika kita benar-benar mau berubah? Aku selalu menekankan pada adik-adikku bahwa kehidupan kita hari ini adalah refleksi perbuatan kita dimasa lalu. Begitupun dengan kehidupan kita di masa mendatang adalah refleksi perbuatan kita hari ini. Jika kita benar-benar berusaha hari ini, maka kita akan mendapat hasil yang baik di hari esok.
Lagipula, mencari ilmu itu kan tak ada ruginya. Berapapun uang yang kita keluarkan untuk biaya sekolah, semua itu tidak akan pernah sia-sia, pasti ada manfaatnya.
Jadi jangan pernah berfikir “buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo nantinya nganggur juga?”

Untuk menjawab pertanyaan temanku, kita tak akan pernah menganggur jika kita mau berusaha. Toh, bekerja itu bukan berarti harus menjadi PNS atau menjadi karyawan di salah satu perusahaan besar kan? Menjadi wiraswasta juga adalah pekerjaan, bahkan pekerjaan bagus yang dapat membawa Negara kita kearah yang lebih baik. Contohnya saja Australia. Apa yang membuat Negara kecil itu jauh lebih unggul dari kita??? “jiwa wiraswasta”nya. Jadi jangan pernah putus asa kawan!!!

 

mau kos di Bandung? May 17, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 12:25 pm

Aku lupa kapan tepatnya seorang teman memintaku membuat artikel seputar kehidupan Bandung. Aku hanya bisa mengernyitkan dahiku karna bagiku itu cukup sulit. Lalu ku tanyakan padanya apa yang sebenarnya dia butuhkan. Lalu dia bilang dia butuh kos-kosan di Bandung, jadi butuh referensi. Aku langsung berfikir “ini yang belum ada”, kos-kosan on line. Artinya hingga saat ini kurasa belum ada orang yang menyediakan kos-kosan dengan proses transaksi on line. Jika ada, mungkin dia tak perlu repot-repot bertanya padaku., tinggal menyalakan computer, connect ke internet, langsung bisa melihat tipe kamar dan harga-harga kosan. Mungkin dengan sedikit penjelasan tentang lingkungan sekitarnya, kurasa itu lebih bagus. Walau bagaimana pun, Lingkungan menjadi factor yang sangat penting dalam menentukan tempat tinggal kita. Lingkungan yang baik akan membuat kita lebih baik (setidaknya…), dan lingkungan yang buruk memiliki kesempatan lebih besar membuat kita tambah buruk, walaupun semuanya tergantung dari diri kita sendiri.Yang pasti dalam mencari kosan aku akan memilih tempat yang bersih, aman, nyaman dan islami (seengganya biar jauh dari saiton-saiton). hehe

Hh…tapi bagiku tetap saja itu semua sulit dinilai jika tidak melihat daerahnya langsung, tidak cukup dengan melihat visualisasinya saja atau penjelasan dari orang. Kita juga harus merasakannya langsung. Bukan begitu? Aku tak pernah tinggal lebih dari 2 hari di Bandung, jadi tak begitu mengerti tentang kehidupan atau pergaulan disana. Mungkin jika dia bertanya tentang daerah Bogor atau Depok, aku akan dengan mudah membantunya. Ah…tapi sudahlah, aku hanya bisa berusaha membantunya semampuku. Ku sms teman-teman lamaku yang sekarang tinggal di Bandung, Dedi, Agus. Lalu ku sms pula adikku yang sekarang kebetulan tinggal di Bandung. Bukan hanya itu, ketika seorang temanku datang ke rumah langsung kuberondong dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kos-kosan di Bandung. Inilah hasilnya :

Dago Pojok : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Dago Barat : Rp. 300.000

Dago Atas : Rp. 300.000

Cisitu : Rp. 300.000 – Rp. 350.000

Taman Sari : Rp. 250.000

Sakaloa (jl. Dipati Ukur) : Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Jl. Tubagus Ismail : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Cihampelas : Rp. 250.000 – Rp. 300.000

Belakang Monumen Perjuangan : Rp. 200.000 – Rp. 300.000

Setiabudhi : Rp. 2 juta – 2,5 juta per tahun

Disamping harga-harga tersebut, tentu saja masih banyak range harga lainnya walau rata-rata memang segitu. Bisa lebih murah, bisa juga lebih mahal tergantung fasilitasnya.

Nama-nama diatas adalah kawasan kos-kosan mahasiswa, kecuali Cihampelas, yang mungkin lebih banyak ditempati oleh karyawan. Tapi untuk temanku yang satu ini, kusarankan mencari kos-kosan yang didominasi oleh “cewe” mengingat seringnya dia membicarakan “cewe”. Hehehe…

 

Berbagai alasan untuk lelang keperawanan March 29, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 2:36 pm
Tags:

Saat kuliah Entepreneurship and Leadership, dosenku (Dr. Hery Margono) memperlihatkan foto seorang wanita yang sangat cantik dengan balutan kain hitam disebagian kecil tubuhnya, so sexy. Lalu dia bercerita tentang wanita tersebut yang melelang keperawanannya hingga 41,8 Milyar rupiah.

Karna penasaran, sepulang kuliah aku langsung searching tentang wanita itu. Dan apa yang kudapat ?

natalie-dylan-pic1

Natalie Dylan (22 tahun) seorang mahasiswi Amerika yang melelang keperawanannya untuk membiayai kuliah S2. Sejak dibuka September 2008 lalu, belasan ribu orang telah ‘mendaftar’. Mulai dari harga USD 243.000 ingga yang tertinggi 3.8 juta dolar (Rp 41.8 miliar) – sumber (www.hedleyonline.com). Astagfirullah…aku langsung menarik nafas panjang. Bagaimana tidak? Keperawanan yang selama ini selalu dijaga oleh banyak orang, dengan terang-terangan di lelang. Dan yang lebih parahnya lagi, ternyata banyak juga yang menawar. Hahaha…kurasa Amerika bukan hanya mengalami krisis ekonomi saja, tapi juga krisis moral yang sudah sangat mengerikan. Hhh….

Pencarianku tidak berhenti sampai disitu, kubuka semua artikel tentang ‘keperawanan’. Tau apa yang kudapat? Ternyata Dylan bukan satu-satunya wanita yang melelang keperawanannya. Ada Rafaella Fico, seorang model Eropa yang terinspirasi oleh Dylan. Bahkan yang membuatku merinding, keluarga Rafaella mendukung keputusannya dan memberinya smangat.

…..??? baru kali ini kudengar ada keluarga yang menyemangati anaknya untuk melelang keperawanannya.

Hahaha…entak aku harus menangis atau tertawa. Karna kurasa, bukan tidak mungkin ada ‘perawan Indonesia’ yang terinspirasi juga oleh ulanya Dylan.

 

Dr. Hery Margono March 29, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 2:06 pm
Tags:

Seorang teman pernah berkomentar di salah satu artikelku.

aku kadang-kadang iri, kalau ngeliat orang lain S2, coz aku ngga kesampean kesana…hmmmmmm
mungkin anak ku nanti yang bisa menembus kesana, bahkan lebih…..”

Mendengar itu aku langsung teringat satu-satunya dosen favoritku di kelas, Dr. Hery Margono.

Bukan karna ketampanannya yang membuatku kagum padanya (scara udah bapak-bapak, setampan apapun ga ngaruh kayaknya. Hehe…), tapi karna perjuangan hidupnya yang membuatku sadar begitu banyak asset dari diriku yang belum termanfaatkan secara optimal, begitu seringnya aku berputus asa padahal usahaku belum maksimal.

Menurut cerita Dr. Hery…ayahnya seorang dalang di kampung. Beliau meninggal sejak Dr. Hery menduduki bangku kelas II SMA. Semenjak itu mau tidak mau dia harus membiayai sekolahnya sendiri, atau putus sekolah sama skali. Itulah hidup…selalu dihadapkan pada pilihan.

Akhirnya dia hijrah ke Jakarta dengan mimpi bisa kuliah, karna kedua kakaknya ada di Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, bukan kuliah yang didapat, tapi Dr. Hery harus membiayai hidupnya karna kehidupan dua orang kakaknya pun pas-pasan., tapi mimpinya untuk melanjutkan kuliah tidak pernah putus. Uang pertamanya yaitu 8000 rupiah dari hasil penulisan biografi Mieke Wijaya (kalau tidak salah). Lumayan untuk membiayai hidupnya saat itu, tapi tetap saja tidak bisa menyisihkan untuk persiapan biaya kuliah.

Tahun pertama di Jakarta, dia masih belum bisa berkuliah. “Saya selalu menangis ketika melihat orang-orang kuliah”, begitu katanya dengan mimik sedih.

Tapi karna keinginannya begitu besar untuk kuliah, dia tidak putus asa. Dia mencoba menciptakan inovasi. Dia bekerja sama dengan sebuah percetakan untuk memproduksi buku tulis dengan cover artis (sebagai fotografer, dia memang memiliki banyak kenalan artis pada saat itu). Akhirnya dari produksi buku tersebut dia mendapatkan keuntungan yang lumayan, hingga dia bisa mendaftar kuliah dan membiayainya sendiri. Hhh…sungguh perjuangan yang luar biasa kurasa….

Sesaat aku berfikir, apa yang membuatnya bisa sesukses ini? Memiliki perusahaan advertising yang iklannya sering kita lihat di televisi. Padahal kalau diteliti lagi, dia bukan satu-satunya orang yang memiliki semangat tinggi untuk menggapai mimpi, dia bukan satu-satunya orang yang memiliki rasa optimis yang tinggi. Banyak orang yang smangat hidupnya tinggi dan tidak mudah putus asa, tapi toh hidupnya tetap biasa saja.

2 kali aku kuliah dengannya, dua kali pula aku menyadari bahwa dia selalu bersemangat mengajar dan selalu memasang senyum dibibirnya. Membuat atmosfir kelas begitu menyenangkan. Dia tak pernah marah atau memasang tampang kecewa (seperti dosen lain) didepan kami. Sungguh bijaksana melebihi umurnya kufikir…

Tanpa sengaja aku melihat kearah jamaah yang sedang shalat dzuhur, ada Dr. Hery disitu. Selepas shalat, dia lalu melaksanakan shalat sunat sedangkan yang lain langsung bubar. Mmmm….ada yang lain, kataku dalam hati. Kurasa itu semua yang membuatnya beda dari orang lain di mata Allah.

Hhh…semoga aku bisa mengikuti jejakmu Pak….Pasti Bisa…!!!

Untuk Kang Inin…ini bukan keseluruhan cerita tentang beliau. Masih banyak yang belum kuceritakan dan begitu menginspirasi hidupku dalam seketika. Tidak ada yang tak bisa diraih dalam hidup ini jika kita punya mimpi dan mau berjuang mendapatkannya. Semoga kang Inin pun terinspirasi, juga semua orang yang membaca artikel ini. Smangat…!!!

NB : Dia juga wartawan loh dulunya.

 

To Love… March 28, 2009

Filed under: obral obrol — seni @ 4:38 pm

Kadang orang berfikir, terutama wanita, ‘Lebih baik dicintai daripada mencintai’. Benarkah?

Ketika kita dihadapkan pada pasangan dengan criteria yang sangat tidak kita harapkan menjadi pendamping hidup kita, tetapi dia sangat mencintai kita, benarkah kita bisa menerimanya? Benarkah kita akan bahagia?

Dalam bukunya Kahlil Gibran mengatakan ‘ Cinta harus dilandasi 3 hal, yaitu Nafsu, Tanggung Jawab, Kasih Sayang’. Ketiganya harus seimbang.

Jika kita hanya berharap dicintai tanpa mencintai, akankah ketiga hal tersebut kita laksanakan dengan seimbang? Ketika salah satu unsure tersebut berkurang intensitasnya, bagaimana menormalkannya kembali jika tidak dilandasi cinta?

Hh…bersyukurlah orang-orang yang berani mencintai orang lain.