An oRdinaRy PeopLe

Hanya aku yang tahu isi hatiku…

TEORI ADMINISTRASI KONTEMPORER February 27, 2009

(Reformasi Adminiastrasi)


Dosen
: Dr. H. Entang Adhy Muhtar, Drs. MS.


Reformasi administrasi menjadikan system administrasi sebagai agen perubahan untuk menjamin adanya persamaan politik, keadilan social, dan pertumbuhan ekonomi (Lee dan Samonte, 1970)

Alasan terjadinya reformasi administrasi, yaitu :

1. Kelembagaan aparat masih jauh dari potensial.

Bukti : Pelayanan, masih menimbulkan ketidakadilan, karna selama ini masyarakat tingkat tinggi mendapat pelayanan maksimal (yang penting bias bayar lebih)

2. Inovasi lamban karna organisasi bersifat konservatif, dimana stabilitas dan keharmonisan selalu dijaga (biasanya dianut oleh kaum-kaum tua). Hal itu disebabkan inovasi (yang pada awalnya) selalu menimbulkan penolakan.

Pendekatan reformasi :

1. Reinventing government

2. New Public Administration/Management

3. Good governance


Reinventing Government (Mewirausahakan Birokrasi)

Reinventing Government is Looking at the government function with new eyes (David Osborne and Ted Gaebler).


Fungsi BIROKRASI :

Pada umumnya sebagai :

- Perumus kebijakan

- Policy Implementation

Public Service

- Resource managing

- Evaluation sebagai bentuk akuntabilitas


How the entrepreneurial spirit is transforming the public sector ?


The entrepreneur spirit :

1. Innovation : Adanya inisiatif dan kreatifitas yang tinggi

2. High Competition : Berdaya saing tinggi

3. Problem Solving : Berorientasi pada pemecahan masalah tetapi tidak menimbulkan masalah baru yang lebih besar

4. Knowledge and action : Setiap kebijakan dibuat berdasarkan hasil kajian/studi kelayakan dan tindakan dapat dipertanggungjawabkan

5. Take a Risk : bahwa setiap perubahan selalu dihadapkan segala kemungkinan tantangan, rintangan, resiko atau harga yang harus dibayar


Cara menghindari Solving the wrong problem, yaitu dengan melakukan studi kelayakan dilihat dari beberapa criteria :

a. Administratif Operability

b. Political Viability

c. Economic Possibility

d. Technical Feacibility


10 Prinsip Re-Gov :

a. Pemilihan metoda untuk mencapai efisiensi dan efektivitas

b. Pelayanan diserahkan pada masyarakat

c. Pemerintahan harus kompetitif

d. Perlu adanya penyederhanaan administrasi

e. Pemerintahan harus berorientasi pada hasil

f. Pemerintahan yang berorientasi pada pelanggan

g. Pemerintahan wirausaha

h. Pemerintahan antisipatif

i. Pemerintahan desentralisasi

j. Pemerintahan yang berorientasi pada pasar

 

Teori Birokrasi Dalam Administrasi February 26, 2009

Filed under: administrasi publik — seni @ 2:08 pm
Tags: , , ,

Dosen : Dr. H. Entang Adhy Muhtar, Drs. MS.

BIROKRASI : Salah satu perwujudan system organisasi (rasional) yang menggantikan system tradisional (Kerajaan, Kesultanan, Kraton) yang tidak mampu menjawab tuntutan perkembangan masyarakat demokratis.

Kualitas Birokrasi dinilai dari : - Manajemen - Kinerja - Produk Downs (1967) mengartikan birokrasi sebagai bentuk organisasi yang memiliki 4 macam karakteristik utama :

1. Organisasi berskala besar; memiliki jumlah anggota yang besar. Tercermin dalam birokrasi pemerintah

2. Mayoritas anggota organisasi sebagai pekerja “full time” yang menggantungkan pada pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan (income), dengan kompetisi yang tinggi dalam memberikan layanan

3. Promosi didasarkan atas penilaian kinerja sesuai dengan peran yang dimainkan dalam organisasi

4. rekruitmen didasarkan pada factor kecakapan, keahlian, bukan pada agama, ras, kelas social, dan hubungan keluarga yang secara periodic yang diseleksi dari orang yang berada diluar biro.

Weber menyebutkan ciri-ciri “ideal type of arganization”, yaitu :

1. Adanya pembagian pekerjaan, spesialisasi dan tanggungjawab yang jelas

2. Hierarki kewenangan

3. Hubungan antara manajer dengan karyawan berbentuk impersonal

4. Peraturan dan pengaturan mengarah pada pelaksanaan pekerjaan

5. Orientasi pada karier dan mendapatkan gaji yang tepat

6. Efisiensi

7. Pejabat manajerial dipilih denga kualifikasi teknis yang ditentukan dengan pendidikan dan ujian

Bagaimana birokrasi Indonesia?

Dalam birokrasi kita masih cenderung pada Caring culture, hal ini ditandai dengan :

1. Lebih mementingkan pimpinan daripada klien atau pengguna jasa

2. Lebih merasa sebagai abdi Negara daripada abdi masyarakat

3. meminimalisir resiko dengan menghindari inisiatif

4. menghindari tanggungjawab dan menolak tantangan

5. kurang suka berkreasi dan berinovasi dalam pelaksanaan tugas

 

Konsep dan Teori Administrasi (2) February 10, 2009

Filed under: administrasi publik — seni @ 1:04 pm
Tags: , , ,

Dosen : Dr. H. Entang Adhy Muhtar, DRS, MS.

Administrasi dapat dilihat sebagai : Ilmu (Science), Seni (Art), Profesi (Profession).

  1. Administrasi sebagai Ilmu

Administrasi merupakan serangkaian pengetahuan (knowledge) yang disusun secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah (scienctific methods, research) dan dapat dikontrol (diuji) kebenarannya.

Secara filosofis administrasi dapat dilihat dari dimensi : Ontologis (ruang lingkup dan objek kajian), epistemologis (metodologis), dan aksiologis (aplikatif)

  1. Administrasi sebagai Seni

G. R. Terry (1977) mengatakan : “Art is personal creative power plus skill in performance”. Seni merupakan kemampuan atau kemahiran seseorang untuk menerapkan knowledge yang dimiliki dalam menjalankan tugas dan fungsi tertentu. Kaitannya dengan adminisrasi berarti bagaimana menerapkan knowledge (science) dengan menggunakan kemahiran, ketrampilan, pengalaman yang dilakukan oleh para administrator/manajer (top, middle, lower level) dalam suatu kegiatan kerjasama dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

  1. Administrasi sebagai Profesi

Profesi adalah kedudukan, jabatan atau pekerjaan (vocation) yang memerlukan ekspertis (keahlian) tertentu yang spesifik yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang ketat. Seorang professional adalah seseorang yang memiliki kemampuan, kompetensi, keahlian (khusus) dalam bidang tertentu yang bekerja berdasarkan standar kualifikasi dan keunggulan hasil kerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan memperoleh imbalan yang lebih tinggi.

 

Konsep & Teori Administrasi February 5, 2009

Filed under: administrasi publik — seni @ 2:45 pm
Tags: , ,

Oleh : Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, MS

Konsep adalah Abstraksi (ringkasan) dari fenomena yang dapat menggambarkan suatu objek, peristiwa/kejadian, yang berada dalam dunia pikiran (mind) sebagai produk dari eksternal world.

Administrasi adalah ilmu yang bersifat Multidisiplin (kompleks). Ini berarti konsep administrasi dipahami melalui berbagai definisi, teori, paradigma, pendekatan, metode tertentu yang bersifat utuh dan menyeluruh (wholeness). Ilmu-ilmu yang membangun ilmu administrasi antara lain ekonomi, politik, sosiologi, budaya, komunikasi, antropologi.

Teori adalah seperangkat konsep, batasan dan proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang fenomena dengan merinci hubungan antar variable dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi gejala tersebut.

Administrasi merupakan bagian dari Ilmu Sosial yang mempelajari interaksi manusia dalam melakukan kerjasama (cooperative) melalui penggunaan sarana dan sumberdaya yang terbatas (limited resources).

Dalam arti sempit, administrasi tidak lebih dari kegiatan ketatausahaan (clerical work), biasanya menyangkut tugas pekerjaan/urusan keuangan, kepegawaian, kearsipan, dokumentasi, logistic, korespondensi, teknis, operasional program, layanan informasi yang bersifat administrasi.

Dalam arti luas, administrasi adalah proses kerjasama berdasarkan rasionalitas tertentu yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan sumberdaya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Dalam ilmu administrasi tidak ada yang bersifat pasti (pasti benar atau pasti salah), semuanya relative karma ilmu administrasi bersifat eklektik dalam artian memilih mana yang dianggap terbaik.

Yang perlu dicatat adalah inti dari administrasi yaitu Services (pelayanan).

Beberapa referensi tentang administrasi :

  • The Study of Public Administration (Dwight Waldo, 1965)
  • Administration (Albert Lepawsky, 1955)
  • Public Administration and Public Administration (Owen Hughes, 1998)
  • Public Administration and Public Affairs (Nicholas Henry, 1988)
  • Filsafat Aminist4rasi (Sondang P. Siagian)